What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag walk a circle
Tersayat lagi. nih... bo.. emhh.. Pembohong!!! Apa??!! Mana??! Katanya kamu bisa merasa lebih lega sekarang. Apa???! Apa?!! Hah!! Eghhh… he'eh...dada ini terngilu lagi.. eh!!!? Siapa kamu..? Kenapa kamu mengata-ngatai.. saya..? mmgh... Tadi!!??? Waktu dia tersenyum?! Tulus?! Kenapa kamu malah sakit dada begitu??! Jadi?!! Apa kamu sendiri yang kurang tulus? Ternyata…. Hmh?!!! Akhh…. Entahlah tuan… saya tidak mau memikirkan itu sekarang… Tolong, ini hidup saya, saya… egh..saya.. tidak…mmhhgh..! Ahhh… ya mungkin begitu.. Senyum ketulusannya, atas kesembuhan pedih saya yang berkarat. ouffhh.. ya sedikit lagi, saya pasti bisa.. Ya, sebaiknya saya akui, saya telan! Itu memang pernah saya alami! so what! hah!!!? Saya memilih. Terpilih, kalo tidak salah. Dan saya harus tau. Untuk apa saya memilih terpilih. Supaya besok lebih terang. Dada ini memang sudah lebih baik. Belum sebaik yang baik memang! lalu kenapa??!
Ammhh, ya, saya bisa sampai kesitu… Terimakasih tuan. Ya!!! Kamu harus cari tau lagi!! Agar puas kepenasaranmu. Dan kamu, bebas! Kamu, layak untuk itu!!! Tauk?!!! Hmh. dasar bawel… Ahya.. pedih itu sudah pergi. Biar nanti lagi saja dia datangnya. Dia juga perlu istirahat, Seperti saya. Hihi. Zzzzz….
Tuesday, July 8: Don't assume that your lover can read your mind. Even if you think it's obvious, you'll want to give them all the details of the plan you're working on. If you don't, they may feel left in the dark.
Monday, July 7: Is that a chill in the air or just you? Your detached behavior may be sending the wrong message to a potential lover. Shelve the aloof persona and reveal a more approachable demeanor before it's too late. Sunday, July 6: It's time for you to slow down anything that seems to be moving too quickly -- or at least to take greater care with it. If you rush in blithely, you may find you weren't fully informed of the details.
Saturday, July 5: A sudden change in plans could spell weekend disaster, but you are too quick on you feet to let that happen! Regroup with your parter, and implement your alternate plan. You won't miss a moment of fun. Friday, July 4: Curious about how that hottie you've been appreciating from afar kisses? Maybe you should stop wondering and find out for yourself. Extraordinary things can happen when you're brave enough to take a risk. You crave independence and today brings it in a new form. It may be a little scary, but it should be equally invigorating -- so get ready for all the responsibilities that come with the new situation! Thursday, July 3: Stop thinking and start doing! Overanalyzing your plan of attack when it comes to dating will only send you on a downward spiral of second thoughts. You need to act now if you want some sizzling memories to ponder later.
akh.... aku tidak tau... aku tidak tau... dia datang... dia datang dengan pengakuannya. yang bahkan sudah aku tau.sebelumnya. jauh.. sebelum ini... dan aku tetap terluka saat mendengar. dan terlepas.. terlega.... dia datang... dan aku.... baik-baik saja.
*Ran along many moors Walked through many doors The place where I wanna be Is the place I can call mine (I'm comin', I'm comin') Is the place I can call mine (I'm comin' comin' closer to you) * Never been here before I'm intrigued, I'm unsure I'm searching for more I've got something that's all mine (got something that's all mine) I've got something that's all mine (got something that's all mine)
July 02, 2008 - fs. blog
aku tak bisa!
aku, membelaimu dengan ujung kerudungku. menghapus airmatamu yang mengalir belakang ketelingamu. dan aku, melepas kamu yang meringkuk memanggilku untuk datang lagi padamu.. aku tak bisa! kamu menggigil. aku tak bisa! kamu mengejang. aku tak bisa! dan hidungmu berdarah. aku tak bisa! lalu aku! jadi setan.
Stories from the past may affect your outlook on future relationships. Listen careful to advice from people who have loved, lost and loved again. Don't make the same mistakes.
She came without a farthing A babe without a name So much ado 'bout nothing Is what she's try to say So much ado my lover So many games we played Through ev'ry fleeted summer Through ev'ry precious day
All dead all dead All the dreams we had And I wonder why I still live on All dead all dead And alone I'm spared My sweeter half instead All dead and gone all dead
All dead all dead At the rainbow's end
"Queen" - all dead all dead Words and music by Brian May
Queen - flash
Queen - las parabras de amor
Queen-elthon john – the show must go on
Queen vs. Miami project – onother one bites the dust
semakin pahit di pangkal. dia mencecakkan benda itu perlahan. berkata pada sesuatu di kepalanya. ayuk kita hentikan saja. proses dan etis. dehumanisasi. mesin pencapai tujuan. pasti pahit itu tak ada. asal keropos saja xray kita.
dia tau ia akan pulang. membawa bulan bulat dan gemintang... satu tersangkut dipucuk atap doa. menunggu dia, ia semadi dengan titik warna-warni membentuk lingkaran, dimana angka-angka yang sama terbaca, pada ia dan dia. disitu.
dari kain telekung yang basah di dada, ia menunggu di ujung sajadah jatuhnya bulan dari ujung atap berukir itu. dia dan ia mencecak yang pahit di ujung lidah berbarengan, ke piring beling. senada.
tak pernah memiliki maka tak ada kehilangan. anggap saja begitu.
dia mengepit juz amma kucel di perut. ia gemilap di sarung keemasan dan, kelopak kamboja.
lalu mereka menyenyum satu sama lain. pada jagat dan langit yang satu. tepekur menikmati misteri.
Aku ingin menyesal jadi pintarr. Aku ingin menyesal jadi sekseh. Aku ingin kesal jadi cerdaz. Aku ingin sebal jadi jagow. kadang..
Lalu ku kibarkan bendera keperempuananku.
nilailah. hakimilah. saat kau tidak mengerti.. lalu jarimu akan terpotong gigi, Duahsyat! Darah! Muncrat!! menyingkirlah kamu, ankualifayed, expect the unexpected.
menunggu menunggingpun sampai lumer kutub-kutub, tidak akan menyerah untuk kau tau.. kapan dimana apa –suatu-satu-saat, dadamu dibutuh untuk menangis, mengomel, murka durjana, lalu cengeng gumeweng. Akh… what was that?! *blethak!*
Lalu, Siapa kamu?! dipikir lirikan-lirikan syahwat itu mampu goyahkan ketidak inginanku? dipikir pujian-pujian itu bisa rapatkan tubuhku padamu?
Aih, aih, sudah kutemu mana diantara kamu yang mampu membuatku ingin. Bukan -cuma- karena kamu tidak ingin maka aku jadi ingin. Lebih kepada karena, akulah yang ingin.
Jangan pura-pura menjauh agar ‘ku ingin' aahhh… old trick yeuwneow..?!!! *pffrrtt..!*
kamu mengawasiku. Kau kira aku anak domba di sarang serigalamu? Akh.. kenapa jadi komik tiga anak babi dan serigala jahat. kePedean. Huek.
Achhh…. madu… Tunjukkan saja keahlianmu yang datang dari alam… ouhh… Mother Nature… please forgive me…
Aku harus menjadi sesuatu yang lain Kamu harus menjadi sesuatu yang lain. Demi kamu. Demi aku. Mana ada ‘kita’ kalau begitu. Hard sharpen. Abnormal. I’m sorry goodbye.
Ulang tahunnya yang ke-27. Setelah makan malam bersama teman-teman kami yang dipenuhi tawa dan keceriaan, kini kami kembali berdua. Matanya yang menerawang jauh, kakinya yang meringkuk, nafasnya yang mulai ditarik-ulur. Demikianlah Egi, bahkan di hari seistimewa ini sekalipun.
Keheningan selalu membawanya ke perbatasan yang sama, batas antara dunia riil dan satu alam yang masih tak kumengerti itu. Dan hampir tak ada yang dapat menahannya menyeberang.
"Ini…hadiah untuk kamu." Aku membuyarkan lamunannya.
Egi agak terkejut melihat kotak yang disodorkan di depan amtanya. Ia pun tertawa kecil. "Sejak kapan kamu kasih kado segala?"
"Usia 27 adalah usia penting." jawabku sekenanya.
Tawanya semakin lebar ketika ia tahu apa isi kotak itu.
Aku langsung sibuk menjelaskan, "Sikat gigi elektronik. Bergaransi, watt kecil, anti plak, sikatnya banyak dan masing-masing beda fungsi. Seri ini punya kemasan khusus buat travelling, jadi kamu bisa pakai di rumah atau bawa ke tempat saya…tidak akan terlalu repot. Ini buku panduannya…"
"Tyo," potongnya geli seraya menahan tanganku. "Saya tahu kamu adalah manusia paling realistis yang pasti akan memilih hadiah praktis seperti ini, tapi…kenapa sikat gigi?"
Aku menatap kedua mata itu, dan untuk pertama kalinya ada kegugupan yang entah hinggap dari mana. "Soalnya…ehm soalnya…" Aku gelagapan dan buru-buru menunduk.
Kuatur nafas sejenak dan mengusir jauh-jauh keparat yang telah menghambat lidahku, melirik sekilas dan mendapatkan Egi tengah menunggu jawabanku sambil tersenyum. Senyuman yang mampu mencairkan sel-sel kelabu otak. Senyuman Egi dari dunia nyata, bukan antah berantah itu.
"Saya tidak pernah mengerti dunia dalam lamunan kamu," kata-kata itu akhirnya meluncur keluar. "Pengharapan apa yang kamu punya, dan kekuatan apa yang sanggup menahan kamu sekian lama di sana. Tapi kalau memang menyikat gigi adalah satu dari sedikit tiket yang bisa membawa kamu pulang, maka saya ingin kamu semakin asyik menyikat gigi, semakin lama menggosok. Karena berarti kamu lebih lama lagi di sini, di satu-satunya dunia yang saya tahu dan mengerti. Satu-satunya tempat di mana saya eksis bagi kamu."
Ia terperangah. Menjauh.
"Egi…jangan…" Langsung aku berkata was-was.
"Kamu tahu perasaan saya dan saya tidak pernah mau membahas soal ini lagi…"
"Saya juga tidak mau, tapi inilah kenyataanya. Kenyataannya saya tidak pernah berubah dari bertahun-tahun yang lalu… dan saya pikir kamu juga tahu itu. Ya, ampun, buka mata kamu sekali ini saja Egi!"
Tak tahan aku pun berseru, "Orang yang tidak pernah hadir di saat-saat kamu paling membutuhkan dukungan, orang yang mungkin memikirkan kamu hanya seperseribu dari seluruh waktu yang kamu habiskan untuk melamunkan dia, orang yang tidak tahu bahwa kamu bahkan harus menyikat gigi hanya untuk bisa melepaskan dia barang tiga menit dari pikiran kamu? Orang yang bahkan sudah punya kehidupannya sendiri?"
"Dia ingin datang. Biar itu cuma dalam hati. Dan dia akan menjemput saya, di kesempatan pertama yang dia punya. Saya juga bisa merasakan kalau dia selalu memikirkan saya."
"Kapan kamu akan bangun, Egi?" keluhku letih.
Ia menggeleng. "Ini yang namanya cinta sejati. Satu hal yang tidak kamu tahu."
Aku balik menggeleng. "Itu kebutaan sejati. Kamu memilih menjadi tuna netra padahal mata kamu sehat. Kamu tutup mata kamu sendiri. Dan kesedihan kamu pelihara seperti orang yang mengobati lukanya dengan cuka dan bukannya obat merah."
Egi menyentuh wajahku sekilas. "Semoga suatu saat kamu mengerti."
As - with Mary J Blige
Brand New Sunrise - Wet Wet Wet, High on the Happy Side, 1991
The First Time Ever I Saw Your Face - George Michael, songs from the last century
Tiba-tiba mata itu berkaca-kaca. "Saya merasa nggak karuan," gumamnya pelan.
Mendadak aku merasa bersalah. Seringkali aku bersikap terlalu kritis kalau Egi menangis. Aku selalu berusaha menginjeksikan logika yang kupikir perlu namun ternyata malah membuat ia makin sedih dan menganggap aku tak bisa atau tak suka menolongnya. Tak heran kalau ia lebih memilih pulang daripada harus meledakkan tangisnya di depanku.
"Kamu di sini saja. Menangis sesuka hati. Saya janji akan diam, oke?" Aku tersenyum dan menariknya duduk di sampingku, kembali membaca.
"Tyo…" panggilnya setelah sekian lama mematung.
"Hmmm?"
"Saya suka sekali menyikat gigi. Mau tahu kenapa?"
Ingin sekali kulontarkan jawaban spontan, seperti ‘supaya gigi tidak bolong’ atau ‘afeksi berlebihan akan rasa odol’, tapi kuputuskan untuk diam.
"Di saat saya menyikat gigi saya hampir tidak mendengar apa-apa selain bunyi sikat. Nyaris tidak memikirkan apa-apa karena berkonsentrasi penuh walaupun cuma dua atau tiga menit. Dunia saya mendadak sempit…hanya gigi, busa dan odol. Tidak ada ruang untuk yang lain. Hitungan menit, Tyo, tapi berarti sangat banyak."
Aku tahu apa yang kau maksud, wahai Egi, pujanggaku sayang. Untung sudah cukup lama aku terlatih membaca makna-makna tersirat dalam kalimatnya, walaupun belum cukup lama untuk mengerti alasan-alasan di balik itu semua. Seperti untuk apa ia memilih menikmati luka yang cuma bikin ia sedih dan menangis.
Aku menatapnya iba. Egi dengan air mata yang berlinangan di pipi, tangisannya yang tak pernah bersuara. Dan linangan itu menderas ketika aku menutup bukuku, memilih untuk merangkulnya.
"Kamu…pasti sebenarnya…sudah ingin ngomel-ngomel." Ia berbisik susah payah.
"Saya tetap tidak mengerti. Tapi semuanya terserah kamu…" Aku menghela nafas seraya menepuk-nepuk bahunya.
Saat seperti ini membuatku berpikir lagi, jangan-jangan aku terlahir cacat. Ada satu bahasa di semesta ini yang tidak masuk ke dalam paket kelahiranku, makanya aku selalu gagal mengerti, sekalipun seorang ahlinya ada sangat dekat di sini. Egi adalah guru besar bahasa aneh itu. Bahasa yang berasal dari planet tempat cinta adalah segala-galanya dan mempunyai logika dan hukumnya sendiri. Dan apa pun yang kupelajari selama ini tetap tak mampu mendekatkanku pada pengertian komprehensif akan hal satu itu. ....... -- .......
In My Life - Tuck and Patty
Heaven down here - Tuck and Patty
Forever More - James Ingram
Here There and Everywhere, The Beatles - Celine Dion
Here There and Everywhere, The Beatles - Celine Dion
****k yang gemesin... gigit perut... ...iya kasi tau aja supaya nelpon ke andre, +62 817*****. tanya sama dia detail-detailnya. aku juga enggak ngerti dia tu nyari yang kayak gimana sebenernya. dan aku gak ngerti dia dapet kabar ini dari siapa. soalnya dia kan bukan kerja di Time Telecom itu, dia kerjanya di kantor aku... mungkin ada temennya yang nyari kali... tau ah...
setelah temen ****k itu udah dapet detail-detailnya, dia bisa langsung menghubungi Time itu gitu lo. ah aku gak ngerti ah... biarin ah, bilang temen **ek suruh nyari tau sendiri gitu... aku gak ngerti...
gitu lo **k sayang... cintaku peteku... masa aku bilang jus cinta kamu malah jus pete... ah ****k, ***ek... kalo gak cukup tidur tu emang kamu jadi berantakan gininih. ngomong aja sekenanya. makanya *ek, aku udah pesenin supaya tidur dan cukup tidur (biarin aku ngomel lagi ni).. soalnya kalo gak tidur kamu jadi hidup di dalam pikiran kamu sendiri... sampe kamu enggak ngeh aku tuh lagi ngapain... kalo lagi ngantuk gitu, kamu bakalan ilang perasaan... ih gak suka... mmhhhh... ya biar lah... sementara kamu belum bisa tidur... aku terima aja deh...
love you. *a. 14:31 - 23.mei
nicole - new york eyes
timmy thomas - dying inside
t connection - paradise
ridas feat. nicole - i wanna luv u
east west connection feat. maiya james - give to me
kamu mudah merobek aku untuk jadi semanis sari yang meresap di mulutmu... mengeluarkanku dari sekantung kerinduan yang tersimpan di kertas berperekat ini, lalu mereka berterbangan lari kocar kacir tak bertuan. aku tak sempat lagi mengatakannya..
kamu menamaiku pencari yang tak pasti. pemilik dari kebun yang dibiarkan merana. padahal sudah cukup ketidak mauanku untuk mencari tau apa itu arti merana. maka pergilah kau si pembuat merana. pergi dengan pintu yang memang tak pernah kau adakan untuk kau lewati kearahku. bawa semua pintu dan jendela yang kau buat seakan nyata untuk menjagaku dari jauh.
aku terbiasa tak berumah tak berkusen tak bergerendel... aku akan pulang dengan sayapku sendiri, membawa sekantung airmata yang ku petik dari kebun merana, sudah mengkristal mengkilat dan bercahaya... disana nanti ku bariskan diatas perapian itu... lalu kulihat wajahmu memantul di larik api terjernih disitu... kuhirup semua asapnya hingga menidurkanku terpenuhimu di dadaku... di napasku...
terpampanglah layar kedua dan ketiga. entah berapa layar sudah... lalu, "apa bisa hidup dg org yg kamu srg merasa dendam dan benci.." -pertanyaan yang hebat- menjawab, mengkonklusi, mengklosing.