dansa's posts with tag: suatuharisuatutempat

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag suatuharisuatutempat
Photo Albumbulan cuil..... (4 photos)Jul 15, '08 7:48 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
di poto bersamaan dengan saya menulis ini,
http://dansapasirhijau.multiply.com/journal/item/156/merinduimu.._.......
dari tempat yang berbeda, langit yang bebeda.
makasi, yok.. makasii.. banget.. hehe, :p

~epilog~

Tidak ada yang abadi.
Dipotong-potongnya tubuhnya.
Cintanya berserak..
Dikeping sendi dan getah bening....
Di potongan tulang dan darah.
Kelojotan.
Mati.
Di cinta dalam tubuhnya sendiri yang terabai tak dikenal.
Selalu ada pun diwaktu ia seperti tak ada.
Cinta.



Blog Entrykalong dan kudaJul 14, '08 7:25 AM
for everyone
Paint It Black - The Rolling Stonesdia sendiri....
dia menggeram.
pada punggung yang dipunggunginya.

dia sendiri.
dia bersumpah.
kakinya akan menjadi empat,
bila sebuah clan yang sudah jadi ikatan sucinya, merampas lagi keperempuanannya.

dia sendiri.
dia merasa sendiri.
dia berteriak!!! beringas!!!
pada punggung yang dipunggunginya.
cerai! ceraaaaai!!!!

direnanginya biru lautan bersama penyelamat
beralis pirang.
diselaminya terumbu bersama pendekar
berkulit pucat.
lalu mereka tersayat-sayat dalam badai.

dia berteriak padaku.
dia tertawa.
katanya, 'dia cuma mengetawai
kekalonganku'
       akh... apa pula ini.

dia menangis.... terisak...! mengejang!
lalu... ..... dia melenguh..
menuliskan 3 huruf yang aku sanggup memengerti artinya,
'lvu'

lalu dia tercenung... ... ......... tergeletak..
memohon agar malam ini aku bermimpi
melihat dia dalam dada pahlawannya,
si alis pirang berkulit pucat.
katanya, 'biasanya mimpiku selalu jadi kenyataan'
dia tau itu. dia bilang lagi bahwa omongannya yang berfalseto begitu biasanya selalu benar.

          aku cuma bisa memeluknya lewat 3 kata.
aku tak mau berkata-kata
untuk malam ini aku tidak mau tau arti kata-katanya..
Tuhan punya rencana.
biasanya dia pun tau tentang Tuhan
yang punya hobi seperti itu.
tentang punggung terpunggungi,
tentang clan dan kaki empat.

      
    3 kata. 'hugss... love you' dariku,
lalu dia mengikik dengan hebat.
aku mengeryitkan alisku rapat-rapat.
dadaku jadi sesak.
tak tau lagi mau bilang apa.
kubilang saja, 'bagus! kuda memang pilihan yang tepat untuk jadi berkaki empat'
lalu kuberi dia lebih banyak pelukan.....

lalu dia sendiri...
dia tertidur..
seekor kuda terpeluk seekor kalong.
bweeehh.. mana ada kalong diminta mimpi malam-malam begini....?
besok siang aja ya coy!!!
hyahahueheeehohohoo...
mari terbang... ahhhh....
mari... ... .........


Blog Entryhey, little boy...!Jul 10, '08 4:07 AM
for everyone
mak inem tukang latah - adi bing slamet

Aku sibuk menghitung ketombe di ubun-ubunku.
Lalu dia berkata, “opo to.. omong opo…”
Aku masih sibuk memotongi kuku kakiku.
Lalu dia berkata, “I really-really love you. do you love me?”
Aku kembali sibuk memisah-misahkan warna cotton bud yang terserak di lantai.
Lalu dia berkata, “ya, teruskan saja… 7 tahun tidak berarti bagiku.”
Kemudian aku berisik menutupi mukaku dari beletakan jagung goreng di kompor.
Lalu dia menggeram dan menubrukku.

Akh… dasar anak-anak…
Mau apa aja bebas kan….? ya kan???!!
Suntikan antimo mungkin bisa menenangkannya.

Yang aku ingat darinya waktu itu adalah anak kecil bercelana biru sedengkul, dengan kumis yang sedang belajar tumbuh. Kuhempaskan dia. Kutertawakan dia. Kucolong asterix obelixnya, kusembunyikan wiro sableng nya di kamar kost ku. lima sekawan dan trio detektifku tidak pernah dikembalikannya. huh.....! malah dia bergaya seperti singa agar menikahi gadis. emang gadis korek api apa?!! *sigh.... dasar anak-anak lilin.... ini cuma itik imut buruk rupa, tauk.... hiyehehee...
aku masih memonyong-monyongkan bibirku menghadap ke kopi hitam mengepul mendengarkan mak inem menjual gudeg. lalu ketombeku kambuh lagi. aku sibuk.

Tapi dia terus bercerita tentang aku dan setiap mili gerakanku saat aku bergulingan di rumahnya, -bersama tantenya- mentertawakan dosen2 aneh. dulu.

Lalu kukucilkan dia bertahun-tahun.
“aku tau kamu *ek, aku kenal g****g, tolong berhati-hatilah.. dia masih kecil.”
Kubutakan inderaku dari nya bertahun-tahun.
Tetap dia datang lagi.. membawa nampan kelelakiannya.

dia bilang, singa akan menjemput gadisnya.
'gaaadiss...? nggak salah? akyu kan bunga desa. emang. hyakakakaakkk....! *ngakak iblis*

Ah… little boy!
Mungkin kau sedang demam.
Atau mungkin kecantikan-kecantikan diluar sana tidak ada yang semengherankan kecantikan yang ini. Yaya… mungkin kau masih demam. Decolgen saja mungkin? Ah? Kamu sehat?? Okey…pergilah…
bermainlah ke tanah lapang itu.


Blog Entrymimpi itu....Jul 7, '08 9:08 AM
for everyone
Mixed Emotion. - Rolling Stones.

duduk terhimpit di jok sempit menjepit. mau kemana aku? kenapa ada dalam pesawat yang mesinnya menderung-derung aneh. lebih memekakkan dari pada bajaj mabuk. hujan petir menggila bak mampu memecahkan jendela disebelahku. mau kemana aku? pesawat ini maju mundur tidak karu-karuan. mau kemana aku? kenapa semua orang ini ketakutan? siapa mereka? pesawat apa ini?!! sempit dan tidak wangi. warnanya suram! entah apa namanya! terserah!! hey badai! coba diam sebentar! aku tidak mau kepergianku tertunda seperti ini..!
dan... kenapa aku takut. dan aku, tidak ingin memeluk siapapun. bweh!!!

di awal perjalanan yang bahkan sudah kusetujui tanpa aku tau kemana...? astaganagagina...!!!
aku tak melihat! aku tak melihat! atau aku buta??!
akh! dimana aku.
mau kemana aku.

tapi...
pasti, aku akan berangkat.
dan mati.
bersama pesawat ini.
bersama orang-orang tak kukenal ini.
baguslah. aku bisa gentayangan.


Photo Albumkembar tiga tralala (4 photos)Jul 7, '08 6:54 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
1st maren miez
2nd. genduk
3rd. nicho......

klik klok their names to find them, everywhere :D
everything seems to be okey....
what a wonderful life!!!!
indeed.

Blog Entryberkaca-kacaJul 4, '08 11:11 AM
for everyone
Walking By Myself - Gary Moore

kisah seorang anak berkucir dua.....

ia kehilangan sahabatnya.
sebuah buku cerita usang.
ditemukannya di laci rahasia, beberapa waktu lalu.
kini hilang......
entah ingin merajuk pada siapa.
dilukisinya tembok kamarnya dengan pastel hitam.
tak kunjung pula ditemunya.
sahabatnya......
hilang.
ia, terdiam.

poto dari link ini.....

Blog Entrybernafas saja sulit...Jul 3, '08 11:16 AM
for everyone
14 sudah kehendakNya - Jikustik

Dari dulu sy tidak suka hal2 yang sy tidak mengerti. Yang sy tidak tau.
Sy pergi naik sepeda ontel keliling jokja malam2. benar2 marah krn 2 org yang sy sayangi pergi begitu saja tanpa menjawab kelakuan aneh mereka dan cerita menggantung yang menyangkut sy.

Pulang2 mereka sudah pulang dengan muka cemas bingung dan takut. Walaupun napas sy hampir putus dan betis serasa meledak dimalam pertama jadi pak becak dadakan, sy masih sok gagah berjalan tak mau lihat muka mereka yg seperti tikus pucat. Lalu sy jawab pertanyaan2 mrk seperti tidak terjadi apa2. lalu sy pura2 konsen dengan tipi diantara muka2 mereka yang masih pias. Lalu sy pergi tidur untuk siap diajak perang keesokan harinya. Tidak sekarang. Demi kebaikan kalian. Hmh.

Bbrp tahun lalu adik sy pernah bilang, “tapi tidak semua keinginan kita sesuai dengan kenyataan kan, kak…” lalu sy mulai belajar untuk tidak berkonfrontasi dengan diri sy sendiri. Menerima yg mereka kira tidak selayaknya sy terima-pun kok, malah, membuat org lain yang mencak2 atas sikap ‘penerimaan’ sy yg dinilai berlebihan.

Jadi, mau apa lagi? Tidak semua keinginan bisa tercapai. Tidak semua cita2 jadi kenyataan. Sepaling bisanya segini-gimanapun hasilnya, ya sudah. Nyantai saja…. Toh bumi tetap berputar di porosnya. Daripada pecah betis? Mau perang lagi, ya hayuk. Mau cium lagi, boleh. Tinggal saya aja lagi pengen yg mana ;) daripada melihat lagi muka2 tikus pucat. Aih… mengharukan.

Harus bisa. ‘harus bisa sendiri. Semuanya’, kata ibuk. Itu dulu sih, waktu sy masih s.m.p pingin minggat2 krn sy kira sym mau dipingit, dipasung dijadikan mbak mariem ke 2. apalagi teringat saat2 cegukan menahan nangis. Sakitnya minta ampun tenggorokan. Krn kalo nangisnya bersuara, suara ibuk tambah menggelegar nyuruh sy diam-lalu makin gencar menunjuk2 huruf di buku alif-ba-ta waktu t.k itu. bagaimana sy ingat itu ba-fatah atau nun-kasrah kalo bernafas saja sulit. Berdosalah sy yg sempat menggunjing dg kakak sy mencurigai ibuk sy ibuk tiri. Apalagi waktu itu lagi ngetop2nya pilem ratapan ibuk tiri. Hiyy!! Ato ari hanggara hiy! Entahlah. Lupa. Hiiy!!! :D : =))


poto dari link ini.....


VideoAngel - Beauty & The Beast Jul 3, '08 9:05 AM
for everyone
Pentas Idola Cilik RCTI (Top 5) - 15th June 2008

Angel sang Beauty & The Beast in Indonesian Singing Contest for children (Pentas Idola Cilik) on RCTI



fiuh!! suara anak Indonesia...
bisa ikut vote keajaiban dunia ndak? hihihiii... dunia anak.
lebaaaiii... :p


Import.flv (7.0 MB)

VideoKiki - Harmony Jul 3, '08 8:02 AM
for everyone
Pentas Idola Cilik Top 5

harmony....
kiki....kiki...
iya, iya nak, aku mengerti... harmony.
hehe...


Import.flv (6.9 MB)

Blog Entrykopi horny....!Jul 2, '08 11:56 AM
for everyone
gilak! bauk kopi angkringan!!
gilak mengundang sekali!
putar balik yes!!! ngangkring ah!!!
hwoh?? sama sapa? ih... ampir tengah malam gini...?
ah sebodo lah, gilak tu kopi hwangi buanget!!! bikin emosi membabi buta ingin segera merasakan kenikmatannya. hhmmmghh!!! gemes! kopiiiii....!

hmh..... tapi.. sendiri? iyalah! gapapa.
dikira aneh yoben, aneh aneh lah sekalian. wong pengen. ya habis adanya cuma satu orang. ini. ya iniii, saya ini. ni. ni. kan?!
pada kawin kawin semua nya. hihiii... hhh...
ampir tengah malam.. di pinggir jalan.. ngangkring sama pak angkring.. bedua aja. huhuy! aseeik!!

yopiemeneh je, drpd ntar ada lagi yang jam setengah lapan udah eksyen kayak orang kebelet pipis.
sundul sana sundul sini tak nyambung lagi gerak bibir, pita suara dan bola mata..
xoxoxoxoookkekekee.. biasaaa... calon manten dalam masa perpingitan ... xixixixii..
ayoooayooo kawiiin kawiiin.... kawiin kabeehh.. ben angkringan sefi ditengah malam... sslllrrpphh... nanti juga ada yang nangis2 lagi... kesini, ehm.. siapa yah... hehe..

emang kok, tidak pernah ada yang 'tetap' di dunia ini. impossible.

weks! mungkin, pak angkring ini besok jadi juragan kopi di robusta sana? lah? emang robusta tu nama negara apah? ah mbuh... wes... ngopilah sebelum kopi menyusut tak tergantikan.

hmmmh.... indahnya jogja malam ini.. lengkaplah sudah dengan kopi horny zuper duper ini...
berkat 2 butir pengajak tidur kemaren agar ku agak waras keesokan harinya...
seperti hari ini.  Alhamdu...lillaaaahh....




Photo Albumdia pergi lagi, (8 photos)Jun 30, '08 10:33 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Cant smile without you - Barry Manilow

dia pergi lagi...

hampir mencapai 40 celcius.
seminggu berulang 2 malam.
dan aku bermimpi tentang dia...
yang datang lagi dengan warna dan nama lain....

tenggorokan yang ditusuki benda aneh.
hidung yang jadi tak searah dengan nafas...
dia datang.
lalu pergi lagi...

bersandal jepit kamar mandi seperti biasa.
tak mau disini, bersamaku...
katanya, bukan karena aku...
dia akan kesini lagi, untuk aku.
tapi bukan untuk mereka yang bersama aku.
tidak ada legitimasi.
demi rambut sebahunya, demi sandal jepitnya, demi celana pendeknya...

yang aku tau, yang dia tau,
demi apresiasi terhadap otak kanan.
dan aku bertahan disini. karena aku kuat. dan aku tau dia akan selalu datang...
lagi..
walaupun dia pasti akan pergi. lagi....

ditanyakannya kitaroku disitu yang jadi cempreng.
ditanyakannya nuralginku...
ditanyakannya kabar para beatlesku yang mengerak di hardisk.
diputarinya queen u2 dan santana saat aku menghabiskan nasi goreng ikan asinku dengan susah payah....

di ceritakannya tentang kebenciannya pada ayam dan kucing.
lalu kambing bermuka tengkorak manusia yang
ditakuti saudara-saudara sekambingnya.
aku terpingkal-pingkal.... dan dia tetap tidak berhasil mengabadikan saat aku terkakak-kakak.

lalu dia pergi....
setelah menanyakan kabar kakakku tercinta yang makin tak kumengerti apa maunya. aku tak bisa menjawab apapun. aku cuma bilang, kakakku masih seperti itu... dan aku tepekur...
lalu dia menceritakan bagaimana peliknya yang ia juga ikuti pikir orangtuanya,
dan aku terdiam...
dia hanya ingin menemaniku.
tiba2 dia menceritakan american gangster versi tom&jerry. aku tertawa.
aku terlupa.

dia bertanya, seperti apa adikku.
aku berkata, seperti kamu.
lalu dia terdiam menunduk melihat jempol kakinya di sandal jepit busuk itu.

aku tau dia mau pergi...
tapi dia menunggu kakakku yang katanya mau kesini. yang juga tidak jelas jam berapa.
lalu dia menguap...
kusuruh dia pulang. dari dinihari melotot sampai hampir tengah malam. pulanglah...

lucu sekali. terahir demam begini yang kuingat adalah saat umurku 9 tahun. kecuali malaria sialan itu 8 tahun silam.
kemarin sempat berpikir, jgn2 malaria lagi?
akh.. malaria campur typhus. dokter yang aneh!!!
kenapa tidak sekalian saja bilang aku gila.
ya wong typhus kok masih kuat berangkat ujian menggigil-gigil di bangku bermeja geser yang sering menjebak pantatku hingga tak bisa masuk ataupun keluar. dasar sekolah sial. bikin fitnah aja buat si pantat. hihihihiiii....




Blog Entryhuggssss...!!!!! eemmghh!!Jun 25, '08 11:21 AM
for everyone
terimakasi teman-temaann...
tetaplah menjadi kalian yang kalian... huugss!!!

seperti mendapat petunjuk dari langit!!
tusukan belati itu jadi ukiran dahsyat di tubuhku.
lillahita'ala.
dahsyat!!! weits...! *bukan meggyZet!! awwas! blethak! pyar!!!

huaaaa....
terimakasi teman-teman.
means a lot, lotta lotta hugs....!!!

Blog Entrykamu ENNGgak asik tuh...!!!Jun 21, '08 7:57 AM
for everyone

nggak asik kamu!
maka kubungkam kamu.
bagaimana kamu membungkam,
kubungkamlah kamu begitu.
dengan caraku.
c.a.r.a.k.u.
see?
biar kamu tau apa & bagaimana,
itu,
di. bung. kam.
bukan hanya melulu mau membungkam.
mem. bungkam. mem. mem.

garing... kamu sudah ter. lan. njur. garrrring.
kamu sudah terbiasa dengan, dijilat, diendus, dielus.
hingga kamu jadi.
g.a.r.i.n.g.
maunya gitu ya gitu. terus merajuk? halah....

sudahlah...
tidak usah pura-pura basah & lembek.
agar kamu nampak asik.
cintai saja apa & bagaimana kamu, yang k.a.m.u.
daripada kamu sendiri yang jadi linglung.
sekali pembungkam, tetap pembungkam.
tapi kita tetep bisa bersenang-senang dengan itu,
kan...!!!! ??? hugs!!!
whatever u'r ..
susah ya enggak repot dan enggak jadi orang lain.
ntar aku gendong dah... *sigh*
manusia....


Blog EntryKemarahannya adalah surga...Jun 18, '08 6:49 AM
for everyone

Sejak pindah ke kota itu, aku mulai tau membaca jarum jam, dimana letaknya dia waktu aku harus lari-lari kerumah oom joko, yang antar ayahku. Ayahku sudah berbau brisk dan mbak mariem baru mulai dengan pekerjaannya. Lalu ayahku menciumku sebelum ia melambai-lambai disebelah oom Joko yang ganteng itu. Tapi tidak lebih ganteng dari ayahku.

            Di kota itu aku belajar menghapal di hari-hari apa aku harus menghitung berapa angka yang dilaluinya selama ibuku tidak dirumah. Lalu dihari-hari itu pula setelah makan siang, aku duduk berdua bersama ayahku menghadap ke jam dinding, seperti dua orang dungu. Aku berulang-ulang menghitung jumlah angka di jam dinding sejak ibuku berangkat. Ayahku tersenyum-senyum memaksaku ngaku kalo aku kangen ibuku. Dan aku tidak mengaku. Besok-besok juga ketemu terus. Berantem terus. Dimarah terus. Gara-gara yang nyapu mbak mariem semua. Nyapu??? aku kan masih kelas 3. Juga gara-gara eko bedarah di terowongan, bedarah di gawang. Gara-gara adi bejol, kepentok kolong tempat tidur ngambil robot2an atau gundu.           

            Eko dan Adi anak mbak Mariem. Mereka sering ikut kerumah. Eko ndlidis dan cengeng, menarik untuk dinakalin. Adi jail dan nurut, menarik untuk dikerjain. Apalagi adikku lagi doyan2nya kura2an ninja. Pulang sekolah pedang2an, tembak2an dalam terowongan parit kering depan rumah. Hidung eko nyungsep di semak bedarah nangis kejang2. Ato benjol nabrak gawang, ngejar layangan di belakang rumah. Adi menangis gundunya habis. Ibuku marah dahsyat. Aku tidak suka. Aku tidak suka waktu eko menangis, waktu adi menangis. Walaupun bajuku basah airmata dan keringat bau eko, lari2 seruduk sana-seruduk sini cari obat merah dan cari balsem, aku harus di marah. Adikku (07/5/2006 10:06 am) cuma didiamkan melongo dengan seragam kura2 bodohnya. Aku tetap dimarah biru pantat. Aku tidak suka. Aku kangen hari dimana ibuku harus berseragam dan pergi berjam-jam sampai aku harus duduk diam di atas paha ayahku, membacakannya buku cerita bergambar yang warnanya lembut-lembut, awan-awan, kertasnya mengkilap, memegangnya saja aku kesusahan. Memenuhi ketiakku. Lalu ibuku pulang, aku pun cepat2 berangkat tidur siang. Daripada keburu disuruh beneran, mending ngumpet di bawah bantal, main gundu dari adi yang aku menangkan.

Di kota itu aku kenal syahri sejak badanku jauh lebih tinggi sampai badannya jadi lebih tinggi. Sejak aku dibilang kesasar kalo masuk ke kamar mandi s.m.p perempuan, sampai aku benar-benar diperempuankan olehnya. Sampai sekarang, aku memang benar-benar perempuan.

Sampai sekarang, aku masih ingat mbak mariem, eko, adi, oom joko. Karena mereka aku belajar. Banyak. Aku mengerti kenapa mereka lebih boleh cengeng karena kotak mereka yang berbeda. Ibuku secara tidak langsung bilang begitu dari marah dahsyat-nya itu. Karena aku yang tidak pernah mau ngalah, apalagi selalu ngajari, dan ngajakin yang enggak-enggak. Sayangnya aku tidak mau melihat kotak-kotak itu. Tidak ada kotak. Pukullah aku kalau aku memukulmu. Salahkan aku kalau aku salah. Benjollah kamu, kalau kamu tau itu kolong dan berdiri sebelum waktunya. Jangan menangis. Bedarahlah pelipismu, kalau kamu mau dapat layangan putus tapi ngejar tak liat jalan. Jangan menuding. Andai saja tidak ada pengkotak-kotakan.

Untuk apa marah ibuku yang dahsyat itu. Untuk apa…? Kata maaf untuk diulang lagi adalah kebohongan. Hari itu aku enggan minta maaf. Nantinyapun aku lupa. Maaf apa. pantatku masih biru2. Mending aku diam saja. Pergi kekamar dan berteriak pada dinding membuangi lipatan2 baju dilemariku ke seluruh lantai. Mbak mariem sibuk dan ketakutan menangkapi baju2 beterbangan. Aku semakin hebat menggempur-gempurkan kakiku ke lantai. ‘jangaaaannn! Aaaa…! Jangan diambiiilll! Biaaarrrr!!! Biaarrrr… Biaar mbaaaakk……! Lalu aku terjongkok di depan pintu lemari yang morat-marit, habis akal melarangnya, “hmbaaaak… hjangaaann, hjangan eghg..! hjangaannnh…nnnh…nhh. nnh. nnhh…! hjang. hngan. hdi. hdi.. diammm..hmbiiiill…” aku terisak-isak sampai kerongkonganku mengeluarkan bunyi aneh dari genjotan di ulu hati. Lalu mbak mariem mendekatiku. Ia mencoba menghapus airmataku. Aku menutupi mukaku. Ahirnya mbak mariem cuma bisa mengelapi air mata di tangan dan pahaku, ‘udaaahhh… udaaahh… eko ndak papa kok…ssshhh… sshhh…cep,cep…”           

Tapi aku tidak peduli, "hjanggannnhh…hdi…hhnndiammm,mbilll…jangandiii… hmm,hm,mm,mmm..mmm…” Mukaku semakin tenggelam ke dalam leher bajuku. Lalu mbak mariem bosan dan pamit pergi. Aku tertidur diatas baju2 itu berleleran airmata. Hhhmm,mm,mm… Untuk apa maafku itu. Kenapa ibuku benci sekali padaku? Salahku apa… Apa yang harusnya tidak aku ulangi? Untuk apa ibuku marah? Kenapa ibuku marah? Ahh. hhh… aku capek……  bukan, yang marah bukan siapa-siapa. Yang ada disini bidadari dan malaikat. Lalu suara angin makin jauh saat missy mendekat dan tiarap menempel dibokongku yang meringkuk. Ekornya menyapui punggungku. Lalu aku tau ibuku datang mengusap poni dan tengkukku yang berkeringat. Pelan sekali. Ia pikir aku sudah tertidur. Ia tidak marah. Ia tidak pernah marah. Ia tidak membenciku. Aku bidadarinya. Aku selalu bidadarinya…selalu...


Blog Entryberita kehilangan.Jun 13, '08 12:24 PM
for everyone

BERITA KEHILANGAN

telah hilang                                                        :  cinta.

dengan ciri – ciri                                                :  bikin pusing

                                                                           bikin panic

               bikin parno

               bikin jutek

               bikin mabok

                                                                           dia tak ada, hati mati

meninggalkan rumah sejak                                   :  Februari 2004

 

kepada siapa saja yang menemukan, hubungi         :  08592180098G

disediakan imbalan                                              : seluruh hati jiwa dan raga beserta kesetiaan dibayar, tunai.


ttd, panitia pelaksana.
profil, silakan 'klik disini.
















 **ide dan poto, silakan 'klik' ibuk ini.. yg lagi menghilangkan cinta



MusicIBUKU,Jun 12, '08 7:01 AM
for everyone
Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Cuma mengajaknya ketawa waktu aku mencubiti bagian kecil ditubuhnya yang tidak terbakar, barangkali ia sedikit lupa pada perihnya obat yang sedang dioleskan ke luka-luka di sekujur tubuhnya itu. Segala kertas2 dan koran2 di kipaskan di atas luka itu. aku menggodanya. Menceritakan kebodohan2 aku dan Ibuku yang mungkin masih ia ingat. Kebodohan adikku, kakakku atau ayahku. ibuku tertawa… ia menggumam dan sedikit mengangguk-angguk. Ia ingat ceritaku. Gumamannya antara tertawa dan mengaduh. Ah, tapi ia tertawa.. tertawa-tawa padaku. Ia tertawa melihat muka monyetku… airmatanya menetes-nenetes hanya karena por-porinya terpedih. Bibirnya kerut2, menahan perih di kaki dan tangannya. tapi ia tertawa, tertawa melihat ke mataku. Mata monyetku.

Aku juga tertawa. Aku tertawa melihat ke matanya. Melihat ke matanya yang tinggal segaris. Air matanya bukan seperti air mata yang di balik pintu kamar waktu itu. waktu aku yang masih t.k. aku tau. aku juga tau, dulu dan sekarang. itu tetap airmata dari orang yang sama. ibuku.

Lalu aku termenung di teras memandangi kaki-kaki pengunjung rumah sakit berseliweran. Aku tidak mendengar suara apapun. Telingaku jadi tuli. Kupandangi airputih di tangan kananku. Dan tiga tetes air mata di pergelangan kiriku. Ibuku sudah tertidur, setelah satu jam ia terus tertawa sambil menyembunyikan erangan kesakitannya di pangkal lidah. Ibuku tidak menangis. Bahkan waktu teman2nya menangis menjenguknya.

Aku tak pernah ingat, sejak kapan aku jadi bisa melihat darah dan nanah. Aku tidak mau pingsan. Bahkan ibuku tak pernah pingsan sedetikpun sedari kejadian itu. Kupandangi rambut ibuku yang tinggal seserpih. Aku ingin mencium keningnya. Tapi ia nanti bisa kesakitan. Maka aku cuma berani memandanginya. Tenggorokanku mulai sakit lagi. Mataku mulai kabur lagi. Sebaiknya aku jalan-jalan ke teras lagi. Ibuku tak menangis. Maka aku pun tidak.

Malam ini seperti malam-malam kemarin Cuma ibuku yang masih menungguku pulang menjelang tengah malam. Lalu tersenyum pada muka jelekku. Pada kelopak bengkakku. Menjawab salamku dengan nada di lurus-luruskan. Membelalakkan mata merahnya memandangi langkah2ku. Ia tadi terlelap. Aku tau. Dan ia selalu ketawa-tawa waktu kupaksa mengaku bahwa itu memang sudah lewat dari waktunya ia masuk ke kamar, dan tidur. Jadi, akulah yang mengganti taktik. Aku pamit tidur dan menutup kamarku, ia pun akan masuk 5 menit berikut. Walaupun aku akan melotot dan mundar mandir lagi bikin kopi di dini hari, ibuku sudah tidur dengan benar.

Aku tidak pernah dibelanya. Ayahku lebih sering dipihakku. Dalam segala hal yang aku lakukan. Aku bahkan selalu bicara keras tentang pihak-pihak yang lebih dipihakinya, yang kemudian selalu membuat tekanan darahnya nya sendiri yang naik. Ibuku tidak pernah darah tinggi sebelum pembongkaran tangannya yang terahir berbulan lalu. aku belum ketemu cara, apa dan bagaimana supaya dia tidak terpikir dan memikir pihak yang bikin dia darah tinggi itu. Selain bicara keras, aku belum mampu cara lain. aku belum sepintar itu. Maka sekarang aku diam. Ibuku pasti memaafkanku. Ia ibuku. Ia ibuku. Diwaktu2 ia perlu, masih namaku yang dipanggilnya. Dan waktu kepalaku pusing, tangan bengkok-bengkoknya yang memijit tengkukku. ia bertanya bolehkah ia membiarkan tangannya sampai segitu saja. aku ingin menangis. aku tidak menangis. aku menindihnya saja. Nyamannya masih sama. Biarpun tidak bentuknya. Biar segitu saja. Tidak ada yg menjamin saat ia sepenuhnya tidak sadar, dengan tangan diobrak-abrik, apakah ia akan bertahan dan membiarkan dirinya tetap bersama kami. bersama aku. menungguku di hampir tengah malam. ibuku. *120608 – 03.49 am.


*** #1 ibuku,

richard marx - until i find you again   

Blog Entryibuku,Jun 12, '08 5:49 AM
for everyone

Waktu ibuku diledakkan kompor gas, waktu itu, lalu duniaku berputar. Berputar-putar. Ayahku tidak seramah biasanya. Lalu aortanya harus diganti dengan plastic atau entah, yang buatan manusia, entah di singapur, spanyol, belanda, swedia, portugal, turki, kroasia…ah tau apalah itu. Aku tak mau ingat, yang jelas, yang sangat teringat, bagaimana sejak saat itu setiap pergi ke supermarket, setiap merk shampoo dan sabun dan kawan2nya itu, aku harus membandingkan tiap rupiah per milinya. Bukan lagi nama merknya, tidak boleh lagi ada es krim blab la bla. Yang sangat teringat sejak saat itu, aku tidak berani lagi menatap wajah teman2 ku dengan dagu datar jangankan terangkat.

            Aku tau ayah bukan harus dioperasi ganti aorta. Ia hanya kaget ternyata selama ini ibuku bekerja sangat berat. Mungkin lebih berat daripada yang ayah hadapi dikantornya. Dari menghitung segala rekening, sampai menengahi kekeraskepalaan suami dan anak2nya.

            Kuingat waktu kecil dulu pintu kamar sering tertutup. Dan kudapati ibuku menangis dibaliknya. Aku tak tau harus berkata apa. Kuelusi saja punggung tangannya dengan ujung2 jariku takut ia tambah menangis, karena barangkali disitu sakitnya yang bikin ia menangis. Walaupun aku tau hatinya yang sakit.

            Lalu ia tergeletak 6 bulan bersprei daun pisang  muda yang masih tergulung, dilebarkan dan dibersihkan dengan alcohol. Agar punggungnya yang tak berkulit bisa sedikit beristirahat dan aku tidak melihat air matanya menetes-netes di pagi dan sore, saat ia harus didudukkan untuk mengoles obat dipunggungnya itu. Sebelum obat2 itu menyakiti dagingnya, sprei2 itu lengket di nanah dan menyakitinya. Walaupun ia tidak mengeluarkan suara sedikitpun, aku hanya mencoba tau dari kerutan di bibirnya dan airmata tanpa isakannya. Karena wajahnya pun tidak lagi kukenal saat itu. Tapi ia tetap ibuku.

Kuselimuti ia dengan kain kain panjang khas nenekku, kupikir mungkin dengan begitu, dia bisa merasakan kenyamanan seperti kenyamanan yg aku rasakan waktu aku demam tidur di pelukannya.

Lalu ulu hati ayahku mengeras dan membengkak. Ia bertanya, apa dosanya hingga ibuku jadi begitu. Aku tak menjawab. Aku bukan Tuhannya. Aku tidak pernah menangis. Aku tidak boleh menangis. Di kamar itu. Tapi aku marah sampai menangis. Hidungku penuh ingus hingga tak bisa bernafas. Aku marah pada suster. Ibuku tidak bisa juga pakai sedotan! Bibirnya bengkak, berair dan pecah! Tidak bisa bergerak! Alis dan bulu matanya sudah tidak ada. Bola matanya tertutup kelopak bengkak yang penuh air kecoklatan kalo di sedot pakai suntikan… ah… bahkan aku tak tau mana batas kelopak, kening, hidung…pipi.. ibuku. ahhh!!! Aku butuh sendok!! Sendok kecil! Ibuku harus minum. Ia cuma terbata bilang, “…dek…panas…” Aku cari sendok! Sendok kecil! Aku cepat berjalan ke dapur rumah sakit. “suster, minta sendok kecil, ibu saya tidak bisa pakai sedotan.” Suster itu melongo dengan wajah ngantuk dan bingung. “Ya, tolong carikan sendok kecil…atau.. apa sajalah.” suster itu masih melongo lalu terburu-buru gugup mencari-cari --mana? Rumah sakit macam apa ini!!!?? Sendok saja tidak punya!!! ibuku haus!!! Tau!!! Apa??? Hah??!! Heran liat saya??!. Ya! Saya menangis cuma karena sendok! Tau!?-- Kata kata itu cuma jadi ingus yang memampatkan hidungku. Aku melorot di tembok dapur itu. Ibuku memang tidak bilang ia haus. Berbicara saja dia tidak jelas. Bahkan menangispun ia tidak…. Mana… mana sendoknya.. berikan sama saya…. Aku terduduk memeluk lutut yang jadi basah. Tiba-tiba aku merasa rindu waktu ibuku marah-marah karena aku tidak bisa potong cabe waktu SMP.


Blog Entryperempuan macan ft. lingkaran setanJun 9, '08 11:24 AM
for everyone

“apa kabar **ek gilak?”
“hai, lelaki hati….! Mana perempuan macanmu?’

                    Sepasang murai itu pergi.
                    Diingatkannya aku seperti apa itu sepi.
 

Seorang lelaki menyanyikan lagu kebangsaan berjudul lingkaran setan.
Lalu dia menyetan-nyetankan seorang perempuan –yang mencakarnya di belakang dashboard- dengan nada sendu.
Mencuat segunduk bola diatas jakunnya. Dia merengek bilang tak mau masuk ke lingkaran setan itu lagi.
Padahal dia sedang bergelimang di dalamnya.
Dia berteriak teriak tentang kelelakiannya sembari terisak pilu mengelus lipitan rok
dibalik celana panjangnya.

                    Aku pernah dibuang ke hutan bersama yang hidup di tubuhku.
                    Lalu aku mencari pelontar yang membawaku ke merkurius.
                    Lebih dekat ke matahari lebih cepat aku pulih.
                    Kutampari semua wajah yang kulihat menyeriangai menyilaukan.
                    Sampai kutampari pendetaku agar ia menunjukkanku jalan potong ke neraka.
                    Mereka seperti batu.
                    Membiarkan aku menguap, mengumpulkanku dalam jarring, lalu menyuapiku dalam botol             tembaga.
 

Berhentilah menangis, hai lelaki penangis.
Kalu menjungkirpun kau tak mampu membuat perempuan itu mencintaimu. kau sudah tau pura-pura tak tau.
Kau tumpahkan semua balok emasmu di depan mulutnya,
Pun dia pergi lalu tetap tak kembali dengan hatinya.

Lalu lelaki itu mengais-ngais jejak kaki si perempuan macan pemakan emas.
Dia pikir tercecer terbelesak di balik rumput terinjak itu.
Sembari bertanya padaku, ‘apa yang harus aku lakukan?’
‘kamu sedang melakukan sesuatu. Jadi, lakukan saja terus. Dan jangan merengek’, jawabku.

Si perempuan macan meraung-raung.
Mematahkan kaki-kaki perabot.
Didepan lelaki hatinya.
Lelaki hati itu berkacak pinggang.
Menginjak buntalan emas jadi berserak.
Lelaki hati menciumi aroma lelaki penangis di sekujur tubuh si perempuan macan.

                    Aku pernah tersesat di gua bersama yang hidup di tubuhku.
                    Hitam terjal dan sengap
                    Sayap-sayap kelelawar menampariku.
                    Dan aku tersuruk menangis
                    Sampai mataku tak mau lagi melihat.
                    Tak mau lagi ingat akan cahaya.
                    Lalu kunang-kunang itu berendeng menyelimuti aku.
                    Kata mereka, “surga sudah dekat.
                    cahaya itu indah seperti kami”
 

Lelaki penangis itu sudah tiba di depan pintu.
Tak satu keping emas di temunya di balik jejak si perempuan macan.
Dikuaknya pintu dengan mata terbelalak. Dia menghambur meraupi keping emas yang berserak dibawah selangkangan lelaki hati dan perempuan macan yang sedang ramai tuding menuding
Cakar menjambak.
Lalu dia lari pergi melemparkan buntalan celana dalam si perempuan macan
kemuka lelaki hati.

                    Aku pernah dibuai bak peri.
                    Di ayunan hangat bersama cita-cita dan pengharapan,
                    Yang sudah ada ditimangan,
                    Aku pernah menari diantara kelopak-kelopak wangi yang selalu menyenyumiku.
                    Sampai badai itu datang dalam diam,
                    Aku tidak pernah tau bahwa aku sudah tersapu sampai ke gurun.
                    sendiri.         

Lelaki hati meraung melihat celana dalam berhamburan.
Lelaki penangis terkaku beku melihat emasnya jadi debu.
Perempuan macan berlari ke arahku dengan mata bengkak, Lalu ia bertanya, ‘apa yang harus aku lakukan?’
‘cari hati kijang lain’, jawabku.
‘yang bergigi emas’ sambutnya, lalu ia pergi dengan gagah.
Mulutku masi menganga belum sempat kuucapkan kalimat terahirku.
Akh.. sudahlah.
Kuletakkan topi dan cerutu itu.
Kutinggalkan kursi sutradara itu, lalu kbeli secarik tiket, duduk disudut gelap.’
Menonton aksi si perempuan macan selanjutnya. Kuharap dia tidak menemukanku disini.
Kalau matanya bengkak lagi.

--maunya hati dapat celana dalam.
Lempar celana dalam, minta balikin emas.
Emas dipeluk, jadi debu.
--punya komersil, tak punya emas.
Dapat hati bonus sisa celana dalam.
Menyambit hati, berpanggung lagi.
--punya cakar, punya taring.
Lalu menangis, lalu menari.
Demi hati dan gigi emas.

Ahh… layarnya belum lagi digulung……
Unbreak my heart… say u love me again…
I cry so many nights…



Blog Entryteklek ft. lingkaran setan.Jun 9, '08 10:02 AM
for everyone


Tiga pasang kaki.
Tiga hati.
Tiga kepala.
Sepasang teklek…

Lingkaran setan.

Dengan muka2 ketawa,

Mungkinkah….?

Akhh… jadi mengiang…stinky jadul..
Mungkinkaahh.. kita kan slalu bersama… walau terbennt…
Nahloh…. Nggak nyambung….
Ah sebodo teing lah….
Mending mabok kepayang ajah…
Kayak… genehh… flaayyyy….hwingg…hwiing…..
Huek… hek, hek……



Blog Entry#2 the most.Jun 8, '08 9:52 AM
for everyone

Di jalan gelap itu. Tiba-tiba dua kepala muncul berentet.
Tergigit napas ketemu hantu kebaya putih.
Dipelototi lagi, aduh.. kasian, setua itu selarut ini, anak-anaknya pada kemana?
Kerudung kerudung pucat melapisi songkok khas nenek-nenek desa yang bermanik manik memutar garis kening, sandal jepit rainbow, bersarung jarik.
 

Maju diperempatan berneon kelabu,
Bayangan berbaris muncul mengagetkan diikuti sebondong manusia. Nenek nenek semua.
Kutatapi satu-satu wajah mereka. Masih nenek-nenek semua. Datang dari arah masjid. Oooh.. pengajian? Malam minggu? Kenapa pikiranku tertuju ke pengajian? Karena nenek nenek semua? Karena kostum mereka? Lalu.. yang se-aku-aku? Pada ngapain? Kemana? Ke pengajian? Kenapa tidak ada? Nah… aku sendiri? Kenapa enggak?


Malah berangasan menghitam-hitamkan kulit yang emang sudah hitam.

Nonton sesaji-sesaji berlewatan,

burisrawa dan anak-anaknya,

transeksual yang tidak diakui tapi ditunggu-tungu,


sok akrab sama pak becak,

diomelin pak dokar,





klakklik mimic kaki lima,
yang paling parah ngajarin bule melafal bahasa rusak negeri sendiri.
‘akyu ngantyuk bok’, ‘menyeketehyee’,
‘akyu tawu kamyu lapyar bok’, ‘akyu udah ngajeng bok’…
Kesimpulannya? ‘Akyu si hityam yang merusak bahasa bangsya bok’.
Huahahaahaha…

Akhh… pengajiaan, pengajian.

Apa kalo akyu nanti senenek-nenek mereka akan berangkat pengajian pulang di tengah malam minggu?
Apa akyu akan bisa setua itu?
Apa aku akan bertahan dan hidup sampai sekeriput itu?
Sempatlah aku pake seragam nenek-nenek seperti itu?


...............

Yang paling dekat adalah kematian.
Yang paling berat adalah amanat.


‘the most important is in the heart not in the head’.
Lalu, aku bawa
hatiku. Apapun dia bentuknya.
Hidup dan atau mati.


*the most 1#




Pages:1234
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help