What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pasarayabisu
entah apa. aku menunggumu. menunggumu di dengut pelipis yang entah darimana datangnya. mendengarkan cerita-cerita orang yang sepatah ingin kuberkata, berlembar-lembar sudah di bukakan miliknya ke depan dua bola mataku... aku lupa... aku lupa.... aku mendengar saja..... tapi dia tak datang.... langitku, mana.. mana dia. yang bahunya bahkan tak sempat mampir jadi mimpi malam diamku. biarpun setiap menit bahu itu yang kurapalkan di spasi-spasi marka....
aku marah! kemarin aku marah pada langit yang membiarkanku marah malam itu. kenapa dia tak membungkamku saja..?! biar aku tidak menyesali semua duri yang melesat dari ketiakku, melukai matahari.
kenapa dia tidak membekapku saja dengan ketidakpandaiannya berkata-kata, lalu menelikungku dalam pelukannya... panas.... dibara! terbakar.....! aku. terbakar. helai demi helai.. lalu punah... meresap... seperti air, seperti lumpur, seperti warna tembaga yang kemudian jadi hitam.... tersesat didekapan empunya dini...dingin. tidak berdesis... tidak bersisa... aku tidak mau!!! aku marah!!! dan aku berlari dari matahari! berlari kepadamu, melumatimu dengan badai kepedihanku. agar kamu tau, aku tak seawan itu. langit.... ..... telan aku! aku sudah melantakkan segala aturan larangan garis-garis yang entah siapa yang bikin. bukan! bukan aku. tapi... seperti aku. jadi... kenapa kau tak kunjung menelanku. membisukanku. apa kau kira aku jatuh cinta padamu....... itu urusan nanti, ngit. toh aku akan punah.. menyesap.. dan hilang.... kamu, tak akan sanggup untuk menahanku untuk itu. seperti langit yang kemarin, dan kemarin.. 'std'. mata kakiku, masih terjilat dayu matahari....
Tuhan tidak memberi yang aku kira baik untukku. Tuhan memberi yang aku butuhkan. Pasti. Hidup bukan untuk dianalisa. Tapi dijalani. Aku tidak tau apa yg sebenar-benarnya aku butuhkan. Hanya Tuhan yang tau.
Aku masuk kesini, ke dia, atau dia yang masuk kedalam aku. entah. bahkan sempat kupikir `dia dan aku`, tidak akan baik untuk `aku dan dia`, tapi.. Tuhan tau.
entah aku yang dikirim untuk dia, atau dia yang dikirim untuk aku.. untuk jadi apa nanti, entah. aku hidup, aku menjalaninya. Apapun itu. Sekarang dan besok. Tidak ada yang bisa tau siapa aku, harus apa aku. Tidak seorangpun. hanya Tuhan. kakuatan.. doa.
*Maaf sayang, Aku terlalu larut pada mixer menyebalkan ini. Mister highseason ini. Maafkan… Aku selalu bersamamu, dan pak angkring, ya nduk… Tomorrow will be fine. Another presents. Who owns tomorrow anyway.. hmmmh.. isn’t it… hmh. Dunno. Just… lets walk… 1, 2 , 3, and so..on… so.. long… so… too much heaven in life. kekuatan doa
Aku terjebak lagi….. Aku, Terjebak lagi…. Entah apa siapa yg memasukkan ku kesitu… Aku… aaaaakh!!!!! Apa si yang menempel di tubuhku iniii!!!! Pergiiiii..pergi…per…gi…. ahhh… aku… sudah pernah… aku tau nanti bagaimana..akan… rasanya… pikirnya… aku….mmmhh!!! biarkan aku sendiri!!! Eghhh… aku… tidak mau… main main lagi hatiku..kesian dia..kesian…kesiaa…ughh…. Tidak. Bukan.. bukan… jangan… aku tak mau masuk kesitu lagi, eh. Kesitu? Kesinikah? Sini. Iya aku sudah? Masuk.. kesini… dadaku. Emgh…
Mister L tidak menyelamatkanku. Sibuk dengan dunianya sendiri. Miss L tidak membacaku. Menangis dengan tanggal pernikahannya. Ahh… gelap…. Bahkan L dan L pun tidak mampu jadi LiLin. Ku. Emmhhh…. Tuhaaan…. Apa ini jalanMu yang harus kujerungupkan lagi dadaku ke dalamnya? Kenapa tidak kau biarkan ia kearah yang tanpa porbidden wuud saja…. red cross.. AGAIN?!!! it's impossible! dek!!!!
Apa iya Kau anggap aku bisa… a……huuu..wuuuu…auwooouwoooo..yes! yes!!! Aku mau! Aku bisa!!! Tuhan!!! Lihat!!! Lihat!!! Aku bisaa.
Tersayat lagi. nih... bo.. emhh.. Pembohong!!! Apa??!! Mana??! Katanya kamu bisa merasa lebih lega sekarang. Apa???! Apa?!! Hah!! Eghhh… he'eh...dada ini terngilu lagi.. eh!!!? Siapa kamu..? Kenapa kamu mengata-ngatai.. saya..? mmgh... Tadi!!??? Waktu dia tersenyum?! Tulus?! Kenapa kamu malah sakit dada begitu??! Jadi?!! Apa kamu sendiri yang kurang tulus? Ternyata…. Hmh?!!! Akhh…. Entahlah tuan… saya tidak mau memikirkan itu sekarang… Tolong, ini hidup saya, saya… egh..saya.. tidak…mmhhgh..! Ahhh… ya mungkin begitu.. Senyum ketulusannya, atas kesembuhan pedih saya yang berkarat. ouffhh.. ya sedikit lagi, saya pasti bisa.. Ya, sebaiknya saya akui, saya telan! Itu memang pernah saya alami! so what! hah!!!? Saya memilih. Terpilih, kalo tidak salah. Dan saya harus tau. Untuk apa saya memilih terpilih. Supaya besok lebih terang. Dada ini memang sudah lebih baik. Belum sebaik yang baik memang! lalu kenapa??!
Ammhh, ya, saya bisa sampai kesitu… Terimakasih tuan. Ya!!! Kamu harus cari tau lagi!! Agar puas kepenasaranmu. Dan kamu, bebas! Kamu, layak untuk itu!!! Tauk?!!! Hmh. dasar bawel… Ahya.. pedih itu sudah pergi. Biar nanti lagi saja dia datangnya. Dia juga perlu istirahat, Seperti saya. Hihi. Zzzzz….
Tidak ada yang abadi. Dipotong-potongnya tubuhnya. Cintanya berserak.. Dikeping sendi dan getah bening.... Di potongan tulang dan darah. Kelojotan. Mati. Di cinta dalam tubuhnya sendiri yang terabai tak dikenal. Selalu ada pun diwaktu ia seperti tak ada. Cinta.
aku tidak menyalahkan angin yang menusuki belikatku.. dinginnya sampai membeku ke leher........ kubiarkan roh-roh gentayangan memeluki punggungku membara... kamu sekilap lupa kehilangan ujung rambutku, diterjal bercuram yang itu... sedari sepotong lensa kau buai-buai menyukupkanku untuk melucutimu.........! atas keterpukauanmu melihatku melayangi terjal itu, sendiri. aku rindu padamu. aku rindu padamu. eghh…. aku, rindu.... padamu..
aku rindu padamu hingga yang menetes dari telapakku berwarna muda, kemudian memerah, merah.. kental...! akhhh... kita berada di gerbang kematian. bekunya sedingin ini. telapakmu panas melelehkan malam-malam nelangsa kita... .. aku tidak menyalahkanmu. bila malam itu kita belum selesai, aku masih punya alasan merinduimu....
dia sendiri.... dia menggeram. pada punggung yang dipunggunginya.
dia sendiri. dia bersumpah. kakinya akan menjadi empat, bila sebuah clan yang sudah jadi ikatan sucinya, merampas lagi keperempuanannya.
dia sendiri. dia merasa sendiri. dia berteriak!!! beringas!!! pada punggung yang dipunggunginya. cerai! ceraaaaai!!!!
direnanginya biru lautan bersama penyelamat beralis pirang. diselaminya terumbu bersama pendekar berkulit pucat. lalu mereka tersayat-sayat dalam badai.
dia berteriak padaku. dia tertawa. katanya, 'dia cuma mengetawai kekalonganku' akh... apa pula ini.
dia menangis.... terisak...! mengejang! lalu... ..... dia melenguh.. menuliskan 3 huruf yang aku sanggup memengerti artinya, 'lvu'
lalu dia tercenung... ... ......... tergeletak.. memohon agar malam ini aku bermimpi melihat dia dalam dada pahlawannya, si alis pirang berkulit pucat. katanya, 'biasanya mimpiku selalu jadi kenyataan' dia tau itu. dia bilang lagi bahwa omongannya yang berfalseto begitu biasanya selalu benar.
aku cuma bisa memeluknya lewat 3 kata. aku tak mau berkata-kata untuk malam ini aku tidak mau tau arti kata-katanya.. Tuhan punya rencana. biasanya dia pun tau tentang Tuhan yang punya hobi seperti itu. tentang punggung terpunggungi, tentang clan dan kaki empat.
3 kata. 'hugss... love you' dariku, lalu dia mengikik dengan hebat. aku mengeryitkan alisku rapat-rapat. dadaku jadi sesak. tak tau lagi mau bilang apa. kubilang saja, 'bagus! kuda memang pilihan yang tepat untuk jadi berkaki empat' lalu kuberi dia lebih banyak pelukan.....
lalu dia sendiri... dia tertidur.. seekor kuda terpeluk seekor kalong. bweeehh.. mana ada kalong diminta mimpi malam-malam begini....? besok siang aja ya coy!!! hyahahueheeehohohoo... mari terbang... ahhhh.... mari... ... .........
sayang, aku masih disini pulang berpeluh dari negeri-negeri. air mata itu sudah kusimpan, mengendap, dan kini jadi mutiara.
sayang, aku duduk disini. dengan bunyian jangkrik menemani. darah itu sudah mengering, terkelupas, mengkilat seperti rubi.
sayang, aku sedang mengisi kolom-kolom pertanyaan yang mereka sodorkan. lalu mereka satu-persatu.... pergi dengan tersenyum.
kadang kamu terlintas di jeda penaku mengisi kolom-kolom itu. kadang kamu tersebut di cerita-ceritaku tentang pertanyaan mereka yang itu dan yang itu.
kadang kamu memelukku... jika tubuhku kian rapuh, ingin tersungkur... saat mereka tak kunjung tersenyum.
sayang.... sedang apa kamu? aku terdiam lama dalam hisapan racun ini menunggu.... .... ... ......... mereka yang akan datang lagi membawa revisi kolom-kolom pertanyaan mereka.
sayang... aku tau kamu merindukanku. jika urusan kolom-kolom ini selesai, dan kamu ada waktu, mungkin, ... ......... kita bisa ketemu, digerbang itu.
tunggu... mereka hampir tersenyum. sedikit, lagi. disaat yang sama semua urusan antah berantahmu pun akan selesai. sedikit, lagi.
sayang.... aku tau aku merindukanmu, saat kulhat sosokmu, berjalan mendekat.. membawa kepingan puzzle yang sisanya ada disakuku.
Aku tak tau…. Kenapa dia yang selalu ada…. Saat aku..mmmmhh… aku… tidak menginginkan siapapun.. Kadang… Aku menolaknya mampir ke ujung ujung bulu romaku…. Dengan diamku…. Dengan persembunyianku… Kata-kataku, Yang bahkan aku tak tau muncul darimana. Dia, Tidak seharusnya begitu.
Lalu aku mengikuti kata ujung jariku Dan aku, tersaruk lagi Aku, Melihatnya… Aku Tidak bisa.. Aku tidak bisa menggapainya. Tidak. Dan dia, Menyakitiku….. Begitu mudahnya dia tergapai Tapi aku tak bisa…. Bahkan mengetuk sisi-sisi kaca jendelanya yang berembun, Di pagi itu…
Mungkin, Tempatku disini… Disini saja Melepaskan dahaga yang terlambat…. Dengan segenap cinta Cinta tak ingin terbalas Lebih mirip kepada ikhlas
Aku tak tau… Kenapa dia selalu datang disaat-saat aku tidak menginginkannya. Saat aku malu akan patahku. Saat aku terganggu akan rasa aneh di ulu hatiku Saat aku, Tak mau siapapun. Dan aku diam… Membiarkan dia menumpahkan semua kekesalannya Yang memang karena yang aku buat… Aku…. Tidak mau kamu. kamu yang anak kecil... bukan... bukan kamu. pergilah...Sekarang…. aku lagi terpuruk. eghhh... Aku, Aku, tak mau kamu melihatku Patah. Aku… bukan seperti yang kau ingin…percayalah… Pergilah…. Biarkan aku disini dulu… Mengejankan segala bongkahan yang memenuhi dadaku. Aku, tak mampu menggapai. Aku patah. Aku mengetuk dalam diam. Aku, Ya…. Aku disini saja, bersama cinta yang tak pernah melihatku dengan matanya. Bersama… Cintaku, Yang tak pernah mengerti arti dicintai Tapi sanggup mencintai…ku.
pedih!!! pedih itu merangkak tiga milimeter dibalik kulit lenganku.. merayap ke pergelangan ngilu.. pedih!!! pedih itu terlumur darah sudah... dan aku, aku terkulai.....aku.
mereka!!! dia! ya! ya.. dia... cuma dia.... dia yang mencabikku dengan segenap tubuhnya berubah jadi mata pisau!
tidak boleh lagi. stop memendekkan udara yang tersesat di selasar tenggorokan memedih seperti ini.. cekik! cekik saja lagi!!! biar kan mereka pergi.... pergi dan tidak mencumbu segila ini.
aku, bukan bagaimana. aku, tidak akan pulang kerumah siksa.
dia, melayat... melayat dengan berpenjuru kedipan matanya... melayat dengan kepak kegagahannya dia, meniup peluit cinta yang kudengar seperti sangkakala... dia.... mematikanku dengan.. yang dia sebut... 'aku tidak berbuat apa-apa'
aku... terkapar.... tersesat.. merangkak.... membelesak tertelan tanah merah kuburan yang tak pernah dijenguk serigala manapun.... merasakan tiap lumpur busuk yang menyesap masuk lewat ujung-ujung jari dan kuku-kukuku.. lewat lubang-lubang tumbuh rambutku... lewat pori-poriku.... aku berteriak!!! berteriak pada mereka. mereka masuk!!! semakin cepat!!! sampai ke pembuluh-pembuluh lidahku. sampai ke urat-urat bola mata mengejang!
dan aku.... membiarkan ujung jariku membeku aku.... bercinta dengan harmony membusuk di sekujur lekuk tubuhku... mengulai di pelukan lelaki bisu.......
aku memeluki mayat mu membiru.... kamu, tertawa... terbang...... ditiupi lengkingan serigala-serigala yang tersujud, di ujung tahtamu
Lelembut itu mendekati. Dirasakannya merangkaki mata kaki, Lewat pori-pori sampai ke tulang kering.
Lalu lelembut itu menggelegar. Meremehtemehi segala yang ditulisnya di selembar bungkus nasi kemarin.
Kelu di ulu hati.
Matanya menyembab membaca satu huruf terbalik-balik. Bulu bulu ditengkuknya meregang. Lelembut itu sudah sampai di tenggorokan. mencekik.
ia memohon dicekik saja. dicekik sang pemilik tulisan. mengaisi sisa makanan kemarin yang ia dapat dari kebahagiaan.
namun ia tercekik. tercekik suara rayu lelembut menyahdu. cuma ingin untuk tak mampu membaca huruf-huruf itu. agar tak meledak kemarahan yang nanti disesalkan. setidaknya pura-pura buta.
Diselotipnya semua lubang pori....kemudian, Hidungnya masih meraba! Telinganya masih melihat! Bahkan saat di masukkannnya bola matanya ke pepasiran. Terdarah-darah nanah.
Lalu dia merangkaki karang hingga terlupa ngilu di udara. Sesampai di langit dia terkekeh-kekeh. Menonton gerak bibir mereka jadi film bisu. Ia menggelinjang dalam bola-bola sabun melayang-layang.
api di ujung-ujung kukunya.
`100508`
(18:57) Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
(18:58) Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.
Tuesday, July 8: Don't assume that your lover can read your mind. Even if you think it's obvious, you'll want to give them all the details of the plan you're working on. If you don't, they may feel left in the dark.
Monday, July 7: Is that a chill in the air or just you? Your detached behavior may be sending the wrong message to a potential lover. Shelve the aloof persona and reveal a more approachable demeanor before it's too late. Sunday, July 6: It's time for you to slow down anything that seems to be moving too quickly -- or at least to take greater care with it. If you rush in blithely, you may find you weren't fully informed of the details.
Saturday, July 5: A sudden change in plans could spell weekend disaster, but you are too quick on you feet to let that happen! Regroup with your parter, and implement your alternate plan. You won't miss a moment of fun. Friday, July 4: Curious about how that hottie you've been appreciating from afar kisses? Maybe you should stop wondering and find out for yourself. Extraordinary things can happen when you're brave enough to take a risk. You crave independence and today brings it in a new form. It may be a little scary, but it should be equally invigorating -- so get ready for all the responsibilities that come with the new situation! Thursday, July 3: Stop thinking and start doing! Overanalyzing your plan of attack when it comes to dating will only send you on a downward spiral of second thoughts. You need to act now if you want some sizzling memories to ponder later.
akh.... aku tidak tau... aku tidak tau... dia datang... dia datang dengan pengakuannya. yang bahkan sudah aku tau.sebelumnya. jauh.. sebelum ini... dan aku tetap terluka saat mendengar. dan terlepas.. terlega.... dia datang... dan aku.... baik-baik saja.
*Ran along many moors Walked through many doors The place where I wanna be Is the place I can call mine (I'm comin', I'm comin') Is the place I can call mine (I'm comin' comin' closer to you) * Never been here before I'm intrigued, I'm unsure I'm searching for more I've got something that's all mine (got something that's all mine) I've got something that's all mine (got something that's all mine)
July 02, 2008 - fs. blog
aku tak bisa!
aku, membelaimu dengan ujung kerudungku. menghapus airmatamu yang mengalir belakang ketelingamu. dan aku, melepas kamu yang meringkuk memanggilku untuk datang lagi padamu.. aku tak bisa! kamu menggigil. aku tak bisa! kamu mengejang. aku tak bisa! dan hidungmu berdarah. aku tak bisa! lalu aku! jadi setan.
Stories from the past may affect your outlook on future relationships. Listen careful to advice from people who have loved, lost and loved again. Don't make the same mistakes.
Take that look of worry I'm an ordinary man They don't tell me nothing So I find out what I can There's a fire that's been burning Right outside my door I can't see but I feel it And it helps to keep me warm So I, I don't mind No I, I don't mind
Seems so long I've been waiting Still don't know what for There's no point escaping I don't worry anymore I can't come out to find you I don't like to go outside They can't turn off my feelings Like they're turning off a light But I, I don't mind No I, I don't mind Oh I, I don't mind No I, I don't mind
So take, take me home Cos I don't remember Take, take me home Cos I don't remember Take, take me home Cos I don't remember Take, take me home, oh lord Cos I've been a prisoner all my life And I can say to you
Take that look of worry, mine's an ordinary life Working when it's daylight And sleeping when it's night I've got no far horizons I don't wish upon a star They don't think that I listen Oh but I know who they are And I, I don't mind No I, I don't mind Oh I, I don't mind No I, I don't mind
So take, take me home Cos I don't remember Take, take me home Cos I don't remember Take, take me home Cos I don't remember Take, take me home, oh lord Well I've been a prisoner all my life And I can say to you
hari-hari itu sudah usai usah kau sebut-sebut dengan mimik begitu lagi. aku lupa siapa-siapa yang harus mengulang adegan-adegan.
yang aku ingat adalah untuk apa. untuk apa hari-hari itu harus dilakoni. untuk terjadinya adegan-adegan ini, ini dan itu, sekarang, nanti dan sebentar lagi, ...dan besok mungkin? yang aku ingat adalah karena. karena hari-hari itu kita sampai disini, bisa.
ssshh.... diamlah.. tidur sini ke pelukan. besok akan ada banyak sekali hadiah. kau pasti perlu tenaga banyak untuk mengangkutnya. pulang. kerumahmu. kehatimu. 290608
Di hamparan merdu rebana ini Aku tidak bisa mendengar. Lalu kuikut bayangan tanganku sendiri. Diderai derai kemarahan aku takjub akan kesanggupanku memilih kata, memilin rapuhnya sang hati. Sabar itu tak berbatas.
Aku berhenti berpikir. Aku berhenti berpikir. Aku ingin ketawa. Kucari kawan ketawa. Kucari kawan ketawa yang mau mentertawakan yang kuketawai. Tapi ia jadi menangis. Tersungkur di mata kakiku. Tubuhnya menghalau bayang-bayang Tanganku. Aku hilang arah.
Kubasahi tangan, mulut, hidung, wajah, siku, anak rambut dan telingaku, dengan airmata. Kurendamkan kakiku, padanya.
Lalu aku mulai bersidekap tidak Mengisak. Gamelan pelipur lara terdengar Hampa. meresapkan semua hampaku. Dan kataNya, perjalanan masih panjang. aku tetap harus berdiri.
Hatiku mati. Sindennya tak berubah. Hanya hatiku saja yang mati. Kuserahkan jadi mirip seperti ikhlas, Terbuai hikmah hingga jadi seribu tajwid. Terpikat nikmat tersentuh ngilu. makna. Kematian ini indah. Pun. Sembari musim bersilih. Pasti akan ada yang indah. Lagi.
kamu datang... menyentuh pipiku. aku tau. kau tak ada. kamu angin. kamu ada tapi, .... kamu, angin..... tadi malam. kamu datang. tak nampak. kamu. aku. tau.