dansa's posts with tag: menyuplikmerenung
 Tangan Yang Indah ( Kepada siapa saja yang memiliki ibu ) Ketika ibu berkunjung, ibu mengajak saya untuk shopping bersamanya kerana Ibu menginginkan sepasang kurung yg baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi membeli belah bersama dengan orang lain, Dan saya bukanlah orang yang cukup sabar, tetapi walaupun demikian kami pergi juga membeli belah tersebut. Kami mengunjungi setiap butik yang menyediakan pakaian wanita, Dan ibu mencoba helai demi helai pakaian Dan pada akhirnya mengembalikan semua. Seiring Hari yang berlalu, saya mulai penat Dan kelihatan jelas riak2 kekecewaan di wajah Ibu. Akhirnya pada butik terakhir yang kami kunjungi, ibu mencoba satu baju kurung yang cantik. Dan kerana ketidaksabaran saya maka kali ini saya ikut masuk Dan berdiri bersama ibu dalam fitting room, saya melihat bagaimana ibu mencoba pakaian tersebut, Dan dengan susah payah mencoba untuk mengenakannya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai menua Dan dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi Ibu tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh rasa iba yang begitu mendalam. Saya berbalik pergi Dan coba menyembunyikan air Mata yang menetes tanpa saya sedari. Setelah saya mendapatkan ketenangan, saya kembali masuk ke fitting room untuk membantu ibu mengenakan pakainnya. Pakaian ini begitu indah, Dan akhirnya ibu membelinya. Shopping kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir begitu dalam dalam hati saya Dan tidak dapat dilupakan dari ingatan...... Sepanjang sisa Hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam fitting room Dan terbayang tangan-tangan ibu yang sedang berusaha mengenakan pakaiannya. Kedua tangan yang penuh kasih, yang pernah menyuapi, memandikan, membelai Dan memeluk saya, Dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah sangat menyentuh dengan cara yang paling berbekas dalam hati saya. Kemudian pada malam harinya saya pergi ke kamar ibu memegang tangannya erat-erat Dan menciumnya........yang membuatnya terkejut, saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya untuk dapat melihat dengan sejelasnya, betapa bernilai Dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang Ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu Hari kelak tangan Dan hati saya akan memiliki keindahan-nya tersendiri. Dunia ini memiliki begitu banyak keajaiban yang tak terhitung, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan dari seorang Ibu... di link ini, cerita tentang kasih sayang & kesabaran jugak....
She came without a farthing A babe without a name So much ado 'bout nothing Is what she's try to say So much ado my lover So many games we played Through ev'ry fleeted summer Through ev'ry precious day
All dead all dead All the dreams we had And I wonder why I still live on All dead all dead And alone I'm spared My sweeter half instead All dead and gone all dead
All dead all dead At the rainbow's end
"Queen" - all dead all dead Words and music by Brian May
| Queen - flash | | | | | | | Queen - las parabras de amor | | | | | | | Queen-elthon john – the show must go on | | | | | | | Queen vs. Miami project – onother one bites the dust | | | | | | | Queen – it’s a hard life | | | | | | | Queen – killer queen | | | | | | | Queen – you are my best friend | | | | | | | Queen – these are the days of our lives | | | | | | | Queen – somebody to love | | | | | | | Queen – save me | | | | | | | Queen – you take my breath away | | | | | | | Queen – my melancholy blues | | | | | | | Queen-david bowie – under pressure (rah mix) | | | | | |
 Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di Mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Finalis 7 KEAJAIBAN DUNIA versi tahun 2008 adalah : 1.The Acropolis of Athens (450 - 330 B.C.) Athens 2.Alhambra (12th century) Granada, Spain 3.Angkor (12th century) Cambodia 4.Statues of Easter Island (10th-16th Century) Chile 5.The Eiffel Tower (1887 - 89) Paris, France 6.The Hagia Sophia (532 - 537 A.D.) Istanbul, Turkey 7.Kiyomizu Temple (749 - 1855) Kyoto, Japan 8.The Kremlin and Red Square (1156 - 1850) Moscow 9.Neuschwanstein Castle (1869 -1884) Schwangau 10.The Pyramids of Giza (2600 - 2500 B.C), Egypt 11.The Statue of Liberty (1886) New York City 12.Stonehenge (3000 B.C. - 1600 B.C.) Amesbury, UK 13.Sydney Opera House (1954 - 73) Sydney, Australia 14.Timbuktu (12th century) Mali Namun, sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu? Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah: • Hewan Berbicara di Akhir Zaman • Pohon Kurma yang Menangis • Untaian Salam Batu Aneh • Pengaduan Seekor Onta • Kesaksian Kambing Panggang • Batu yang Berbicara • Semut Memberi Komando apa, kenapa dan cerita selengkapnya bisa dibaca di >>> KahVeci - penjual kopigambar; hanya interpretasi, imajinasi & ke’kepepet’an sy pada keajaiban yang ketujuh, :D
orang pasti punya hari-hari terberat, tergelap, tersulit dalam masa hidupnya. Orang optimis akan berkata, "hidup hanyalah bagaimana caramu menghadapinya!" sedangkan yang pesimis akan berbisik, "buatlah pilihan yang tepat, karena akan mempengaruhi seluruh hidupmu" "Jangan menangis! dan Ingat lah tuk kembali kepada Allah dan berdoa" aku berada di dunia lamunan yang maya. "Jangan berkedip, nanti air matamu jatuh,"
ada cerita lengkapnya, klik di link ini... :)atau, link yang ini, sama sajaaa.... hueheuhee! :D
 | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
‘I’m princess, tricked into being a witch’s slave. Will you liberate me?’ ‘Well, if I cant liberate you, what do you want of me?’
the young man returned that night to his home.. hoping that his adventure would soon be forgotten. But 9 months later, he received an unexpected souvenir. ‘this was left at the wall for you. It says here, his name is Tristan.---
‘fine. I’ve had enough of you anyway. Clearly you’d rather sit on your own in the middle of nowhere forever. ‘and just how were you planning to get me back to the sky? --- ‘maybe for the same godforsaken reason we get’ ‘we’ve got lighting to catch! Come on! --- ‘I used to watch people having adventures. I envied them’ ‘be careful what you wish for?’ ‘a shop boy like me, I could never have imagined an adventure this big in order to have wished for it’’ ‘if there’s one thing I’ve learned in my years watching earth; is that people aren’t what they may seem? They are boys who just happen to work in shops for the time being and trust me Tristan, u’r not a shop boy, you saved my live.’ --- ‘the little I know about love is that it’s unconditional. Its not something can buy.’ ‘this wasn’t about me buying her love, this was away for me to prove how I felt.’ ‘and what’s she doing to prove how she feels about you?’ ‘well….’ --- ‘you may think you’re showing a little spirit in front of your lady, friend. But if you talk back to me again, I’ll feed your tongue to the dogs…’ ‘I don’t understand why fight to be accepted by people you don’t actually want to be like?’ ‘yeah.. why would anyone do that to him self?’ ‘Exactly.’ --- ‘Your emotions give you away.. you’ve been glowing more brightly everyday. And I think you know why.’ ‘of course I know why I’m glowing. I’m a star. And what do the stars do best?’ ‘well, It’s certainly not the waltz.’ --- ‘don’t mention it. Reputations. You know. A lifetime to build, second to destroy.’ --- ‘even if I could everlasting life? I imagine it would be kind of lonely. Well, maybe if you had someone to share it with. Someone you love.’ --- ‘all these wars, pain & lies, hate, made me want to turn away & never look down again.’ ‘never find anything more beautiful. Yes, love is unconditional, also know it can be unpredictable, unexpected, uncontrollable, unbearable, strangely easy to mistake for loathing.’ ‘I think I love you.’ ‘my heart, it feels like my chest can barely contain it. And if you wanted it, I’d wish for nothing to exchange. No gifts, no goods, no demonstrations of devotion. Nothing but knowing you love me too. Your heart. In exchange of mine.’ --- ‘no, star cant shine with a broken heart. I thought I’d lost you. But you come back.’ ‘of course I did. I love you.’ --- no man can live forever. Except he who possesses the heart of a star.

 | BALI | May 14, '08 10:21 AM for everyone |
Ditantang malah nantang. Diancam malah ngancam. ...... nah, Udah tau gitu, kok ribet!!?!? :p Ya udahlah. Cium saja. :D | Lembayung Bali | | | | Saras Dewi | |
Amy: Kenapa sih. ada istri, masih ketemu2an ma mantannya, setelah memutuskan merit dengan pacarnya (yg jadi pacarnya sebelum dia pacaran ma mantannya ini) kenapa gak mau nerima konsekuensi? Frans: Berat banget sih pertanyaan lo, kalo gw si, gw Tanya lagi ama istri gw itu, dia mau ama sapa, kalo ma mantannya gw lepas aja. Amy: Kalo posisi lu sbg mantannya? Frans: Gw gak bakalan mau ganggu istri orang, berarti cew itu gak bener. Amy: Tapi kan elu masih cinta bangeet…(?) Frans: Cinta sih cinta, tp prinsip gw, gw gak mau ganggu istri orang. Amy: Namanya jg hati bro! ato napsu tu namanya? Bnr lu mau ngelepasin kalo istri lu gt? Frans: Eta teh jenenge napsu neng, Amy: Hahaha.. jadi istri lu gt? Marga apa? Kasyan de lo! Frans: istri gw beru keliat, tinggalnya di jogja. Amy: Bwakakak.. lah td pertama lu bil istri elu yg gt. Kl gw mah maap. Bukan gw bgt. Emosi sm manusia-manusia itu. Dm napsu harga diri dibuang2. ugh! Ergh! Pgn ngajak berantem! Frans: ee.. mau curhat ya, mo bayar berapa? Kl kita mah nomad aja jg mau. Amy: Nontonhemad? Nah tarip brp? Hmmh! Capek! Gemas! Jijay bajay.. Tp ya terserah mrk. Knp gw kudu peduli. Knp gw yg kudu malu. Harga2nya sape. Diri2nya sape. Hidup harga diriii. Hidup napsuuu!. Hey. Lu napain? bukannya tidur besok kerja, mlh ikt naek darah dgrin gw. Makasi darling. Hoekss…muaal.. Btw, Biasanya gw empati harga diri gini ma orang yg gw cinta2i aja sih. Nahloh bahaya. Jgn2…huks. Ah auk. Tdr gih… makasi ya menyelamatkan gw. U r a hero 4 2nite. 2 moro? A slave. Wakakak.. Frans: thanks 4 pujianmu, met bobo ya, ku tunggu km di Jakarta Amy: Haha..closing lu aneh. Pujian apaan? Gr.. Frans: Hahahaa.. yup.. ku tunggu ya di Jakarta.. Win : Binal! Amy : nggak ada kemungkinan lain? Kan ajakan bukan cuma dr yg cew? Win : ato memang sama sama gatal. Amy : tp mereka cuma berteman kok.. masak suruh musuhan gitu? Kan berjiwa besar..? Win : Akh! Berjiwa besar jg bisa tidak dg cara "ketemu2an, jalan2, blablabla..." Teman? Akh! tidak percaya. Kalopun benar, yang melihat pasti berpikir sama dg saya!
***And there she was, sitting in the bus wondering why she suddenly got really excited. She smiled, a wide one, she let herself enjoying the excitement in her heart—long ago had she had this kind of feeling. But far deep inside her heart she felt afraid. ‘What is this feeling? Why do I keep imagining this person? And why does my excitement rocket when it is about him? Am I really fond of…’ She did not have the courage to put the last words of the sentence. She felt confused. ‘What is wrong with me?? I thought it had stopped. Then why? Why?’ (This is a preview of Merry-Go-Round)
http://www.kolomkita.com/2008/04/07/selingkuh/
Keinginan itu muncul lagi, walau sudah kucoba untuk menguburnya dalam-dalam. Tapi, ia rupanya tak mudah menyerah, kali ini. Tiba-tiba saja ia datang menghampiri benakku. Begitu lama ia menari di pikiranku. Memaksa aku agar menuruti keinginannya. Ia begitu lincah bergerak, setiap aku mau menghindarinya,mencoba untuk sembunyi tak pernah lepas dari sergapannya. Meneteskan secuil mimpi. “Raisa, aku tak dapat menolak permintaan takdir, aku tak sanggup membantah. Apalah kekuatanku yang hanya seorang insan yang lemah. Setelah kecambuk di dalam dada Tapi akhirnya ini jualah yang aku alami.” Masih kuingat kata demi kata yang tertulis berat di surat itu. Biarkan. Biarkan matahari tersenyum di balik dedaunan. Biarkan burung-burung berkepakan di reranting hijau. Biarkan alam raya ikut tertawa bersama kita. Bukankah keindahan pertanda kemesraan menyulam hubungan kita? Seminggu kemudian, kala hujan gerimis menghias jendela senja, kuterima SMS darimu: “Mas, aku ingin menjadi sahabatmu. Tidak keberatan kan Mas.” Pesan singkat itu ternyata memperpanjang hubungan kau dan aku. Sehingga hatiku jadi geleng-geleng kepala. Maka, godaan kembali menggelitikku. Tanpa kusadari, aku kembali terayun-ayun di ujung tali kebimbangan. Haruskah kujawab? Atau, kudiamkan saja? Ah, aku memutuskan untuk tidak merespons, tetapi konyolnya, tanganku malah meraih HP dan membalas via SMS. Sejak itu, aku dan kau terus saling berbalas kabar, mencoba tak peduli atas kegelisahanNya. Astaga! Jika istriku tahu, wah, bisa berabe. Aku bisa dinilai kurang ajar, lelaki brengsek, suami tak bermoral, makhluk hidung belang. Ah, untunglah istriku tak pernah mengutak-katik HP-ku. Tak pernah bercuriga.
MELHORVIDEODOANO.wmv (6.5 MB)
Setelah seorang laki-laki "mabuk" ingin menukar tanggal pernikahannya dengan meminta cinta Luna, “kalau memang kita berjodoh Na, 8 tahun tidak ada yang bisa menyadarkan aku seperti aku kenal Luna 3 bulan ini mampu membuka mataku. Bahwa pernikahan ini memang tidak mungkin dilanjutkan” ujar laki laki mellow itu. “cupet banget si ini orang? Emang kenapa? 3 bulan mengenal orang, cukup untuk alasan membatalkan pernikahan dengan undangan yg sudah tercetak dan hubungan yang 8 tahun?” umpat Luna dalam hati. “tau gak si mas? Aku tu kesel, tersinggung sama pernyataan mas itu.” Dia kira aku apaan? Sejauh apa dia kenal aku? Kok kepedean bilang aku mau kawin sama dia? Ya kan wajar orang dia nanya apa pendapatku tentang pernikahan beda agama. Siapapun bertanya akan aku jawab dengan jawaban sama. Jadi aku tidak ada maksud bahwa aku terus mau mengggantikan posisi pengantin wanita. Uh!!!! Pedesaan banget! Kata mas itu, “kalo nikah-nya dua kali gimana Na? di gereja dulu, trus di ijab-kan” “ya sama aja. Murtad.” “Tapi abis itu aku sholat banyak banyak, ngaji dan lain lain.” Jawabanku tetap sama. Murtad. Sia-sia lu mau nungging-nungging sampe hernia, sampe kening menebal, dzikir sampe bibir dower, sekali bersaksi beritual di hadapan Tuhan orang lain maka Murtad lah. Mending sekalian aja lu pindah agama mas! Jelas sudah. “maksudnya biar yg di gereja ke tip-X ijab? Kreatif jg..hihi”, Luna cekikikan. “ya… padahal ibu dan adik perempuanku enggak setuju apalagi perempuan itu sepupu dekat aku. Kata lakilaki itu.” “Incest.” Jawab Luna pendek tanpa ekspresi. Lalu tersenyum memandangi ujung sepatu coklatnya yang basah terkena cipratan air wudhu di masjid tadi. Hmmm… sepatu coklat kesayangannya. Ada yg janji cari sepatu bareng… dia teringat pada Rahar. Laki laki menyebalkan yang berhasil mengontrol perasaannya. Mempermainkan hatinya. Dengan muncul hilang begitu saja. Anehnya dia menyukai permainan itu walaupun seringkali menyadari kebodohannya. Mungkin Luna jatuh cinta pada Rahar, Pria 32 tahun penderita shock culture dengan luka alam bawah sadar atas nama cinta. Atau hanya menyukai tantangan seberani apa dia menghadapi permainan hingga dia sendiri yg bisa terjatuh peluru. =flash frame= Lalu datang seorang laki-laki yang menggunakan istrinya sebagai alat reproduksi - Istri nya selalu liburan di ahir minggu – laki-laki kesepian itu menjadi begitu menjatuh cintai Luna. Seorang ayah & suami patah hati - ditinggal kekasih sejatinya - memilih seorang wanita karrier sebagai istri, sesaat setelah perginya kekasih itu – 9 tahun lalu- Laki laki itu menemukan sekumpulan kekasih-kekasih lamanya dalam diri Luna… - ibu bayi laki laki tanpa ayah yg tdk kekurangan kasih sayang ayah- Luna yang selalu ceria…… *Sebenernya… keyakinan itu kan yg bener2 dari dalam hati, kan…? Hati orang sapa yg tehe… Mo murtad mo ngapain ngapain. Mo amalan jalannya seperti mesin, kalo hati hampa? Mo amalan keliatannya ke utara, tapi kalo dalam hati madep mantep ke selatan…? Gimana tuh? Akh… ukh… nggak ngerti… Astaghfirullah… ampunilah saya yg bodoh ini… Tolongi saya ya Rabb… *tidak ada bedanya ketika saya murka sm hidup dan sama yg sy pikir Yg Punya hidup. Murka sm org2 yg mengadeng2 kan amalannya demi dapet ini demi dapet itu, lalu mengeluh karena merasa cuma dpt capek. Buat apa..? Maka sy murka. Ntah krn keluhan org itu, ato karena pikiran kotor sy sendiri. Ngambek tidak beramal. Merobot. Astaghfirullah… Tidak ada bedanya. Jadi… dimana Kau… Tuhan…? Di… mana… aku disini… kepleset… lagi. Ugh!!! Sebal!!! **bukan dikirimin sapa sapa... buka2 tulisan *ngarang* lama aja. [Sungguh, kita bukan Tuhan. Dan karenanya, maka tidak mungkin ada orang lain yang akan mengubah hidup kita sendiri. Semua berakar dari pikiran tiap kita. Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan.] [Sadarilah bahwa semua yang engkau katakan, dan lakukan itu ada diantara engkau dan Tuhanmu. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pikir dan pedulikan apa yang engkau lakukan atas orang lain, dimana orang lain akan berfikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.] [ paragraph diatas ] yg mengingatkan sy..
Sudah sejak zaman dulu, yg namanya suami itu diposisi-kan sebagai kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga. Ini lantas diperkuat UU Perkawinan No. 1/1974, pasal 31 & 34. Suami punya kewajiban melindungi istrinya dan memberikan segala keperluan hidup dalam berumah tangga sesuai kemampuan. Sementara istri wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya. Namun seiring berubahnya nilai-nilai tradisional, pembagian peran dalam keluarga kini cenderung lebih lentur.
“biar jelek asal punya!” tukas Rina (33), tiap kali ada yg mempertanyakan, mengapa ia-sarjana lulusan PTN terkemuka, pengajar di lembaga pendidikan computer- memilih Rudi sbg suami. “Jelek” yg dimaksud Rina tidak mengarah pada wajah&sosok Rudi, tp lebih krn Rudi tak bekerja.
‘peran ganda atau beban ganda buat wanita?’
Perempuan zaman ini lebih banyak yg bisa diterima bekerja di banyak bidang ketimbang pria. Sebaliknya, pria lebih sulit masuk ke bidang-bidang khas perempuan.
Scr tradisional, agama dan hukum konvensional pun tak menutup kesempatan istri untuk mencari nafkah, krn suami&istri setara dalam hak dan kewajiban. Dalam Islam dinyatakan dalam Al-quran (Al-Baqarah ayat 187 dan An-Nisaa ayat 34). Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai saudagar yg banyak membantu keuangan dan moral suami dalam menyampaikan wahyu.
Masalahnya, jika istri menjadi pencari nafkah utama, apakah kewajiban suami sebagai kepala keluarga lantas gugur begitu saja? Yg menggemaskan, bila suami sebenarnya masih mampu, tapi terkesan tak mau lagi menafkahi. Misalnya, jika suami mulai berdalih dan menyalahgunakan ayat-ayat dalam agama, misalnya dengan menyitir ‘rezeki datangnya dari Tuhan’.
Ingatkan, kita menikah untuk hidup dengan hal-hal yg baik, hidup lebih baik. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tertentu – disayang, diperhatikan, dilindungi, berbagi. Bicarakan diawal, karena bila sudah menikah, apalagi punya anak…. Perempuan bisa terjebak pada tuntutan nilai untuk bertahan, dalam situasi yg tak baik dalam perkawinan. Tak diberi nafkah adalah bentuk kekerasan emosional dan ekonomi.
Dari survey, tyt beban kerja dirumah tangga tetap lebih banyak di pundak istri, walaupun istri juga bekerja. Namun, kalau istri memang bisa mencari nafkah, kenapa tidak mau menggantikan peran suami?
Kalau merasa tak kuat untuk bertahan, bisa mencari pilihan lain, berpisah.
Tidak hanya mengandalkan jargon “biar jelek asal punya!” atau ikuti motto ini saja? “biar jelek asal kerja.”
*penulis: Christantiowati
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon apel.
Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. “Ayo bermain-main lagi deganku.” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
“Maaf, anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata anak lelaki. “Aku hanya mmebutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
*FREEDOM IS NOT THE RIGHT TO DO WHAT WE WANT; BUT WHAT WE OUGHT. *sigh* kangen rumah yg dulu....
Ia tua, bahkan buruk laku dan rupa. Sementara sang istri tak hanya cantik jelita. Segala yang tampak sungguh mempesona. Tutur kata mesra, perhatian, penuh kasih sayang serta cinta. Tak heran, semua itu jelas mengundang beribu tanda tanya. Sementara, kisah lain tak urung pula membuat rasa heran mencuat. Ketika laki-laki kaya dan tampan tersebut ternyata mantap menjalani sebuah tekad. Padahal, baru saja keraguan itu sesaat menyergap hatinya saat melihat seorang perempuan yang sungguh tak sepadan. Namun, segera dibuatnya sebuah keputusan besar. Sepenggal hati kini telah bertemu dengan pasangan yang dijanjikan. Kedua biduk pun dikayuh dalam mahligai cinta. Bahagia, mengarungi samudera kehidupan. Berbilang usia pernikahan membuat mereka semakin tampak mesra. Bertambah guratan keriput juga tak mengurangi rasa sayang di antaranya. Bahkan setiap keluarga itu utuh sepanjang hidup mereka. Sungguh!!! Keajaiban cinta kembali menakjubkan manusia. Jika nalar yang digunakan untuk menilainya, maka itu tiada guna. Karena cinta pasti menyatukan hati yang berserakan. Apa pun jua rupa dan laku pemiliknya. Memang, seperti begitulah adanya cinta. Pribadi-pribadi yang mengagumkan ternyata lahir dari cinta. Mungkin cinta mereka tak setara di pandangan manusia. Tetapi, pelaku cinta pasti mengharapkan ganjaran yang teramat sangat berharga dari Sang Pemiliknya. Penulis: Abu Aufa* **A good looking newcomer with a background very different from yours will come into your life today. Open yourself up to them, and you'll find you have a lot in common. This could be a very good match for you. dedicated to gang2000 abrakadebra..alakazam...! :>
Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia.” Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi; 1) Piramida 2) Taj Mahal 3) Tembok Besar Cina 4) Menara Pisa 5) Kuil Angkor 6) Menara Eiffel 7) Kuil Parthenon Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya. Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.” Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.” Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, “Tujuh Keajaiban Dunia” adalah, 1) Bisa melihat, 2) Bisa mendengar, 3) Bisa menyentuh, 4) Bisa menyayangi, Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan, 5) Bisa merasakan, 6) Bisa tertawa, 7) Dan, bisa mencintai
*Someone needs to hear from you and they need you to really make an effort. You're not used to doing hard work to maintain your social network, but this is the time for it -- and it will pay off.
*tulisan ini disabot dari sy punya beloved sist, dee for the sake of our precious time.. hug.. I should go from your life... And U should know that I wasn't a doll... But, I just can't just runaway from you... Part of me still belong in you ah, this affair was believe to forget... but not now... maybe someday :)
*ku main hati Andra and The Backbone - Main Hati Seribu wanita yang pernah singgah Hanya datang dan pergi dan tak ada hati Kau pun datang ada yang berbeda Mengapa begini apa yang terjadi Tak pernah sebelumnya Tak pernah ku duga reff: Ku akui ku main hati (ku main hati 2x) Ku tak bisa tuk memungkiri Ku main hati Bersamamu ku rasakan Yang tak pernah kurasakan sebelumnya Pencarianku berakhir Karna ku tlah temukan dirimu repeat reff [2x] Ku main hati … Ku main hati Ku main hati … Ku main hati
Andra and The Backbone - Main Hati Seribu wanita yang pernah singgah Hanya datang dan pergi dan tak ada hati Kau pun datang ada yang berbeda Mengapa begini apa yang terjadi Tak pernah sebelumnya Tak pernah ku duga reff: Ku akui ku main hati (ku main hati 2x) Ku tak bisa tuk memungkiri Ku main hati Bersamamu ku rasakan Yang tak pernah kurasakan sebelumnya Pencarianku berakhir Karna ku tlah temukan dirimu repeat reff [2x] Ku main hati … Ku main hati Ku main hati … Ku main hati
|  | http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/pim/clip_1.gif
Asw,… Parah…. Uedian man……!!!!! (Ratno Feri Sutanto)
Bukan dunia nya yang gila…manusia nya yang makin gila… *tuing2* Anyone stupid enough to do the same thing? What is wrong with our new generation?? well.... interesting to do this ? (Happy Savitri)
**Cogito Ergo sum .... Itulah yang terpikirkan oleh Descartes tentang dunia ini... makasi kirimannya, bpk "Muhammad Istivan" cukup sekali sy muntah2..selanjutnya.. *sok biasa aja mode on :p* cukup punya kemauan extravaganza. bukan orang gila. yg melakukan ini?
**kemauan.
|
Pemeo yang menyebutkan 'uang tak bisa membeli kebahagiaan, tapi seks bisa membuat orang lebih bahagia' memang ada benarnya. Riset yang dilakukan David Blachflower, pakar ekonomi dari Dartmouth College, dan Andrew Oswald dari Universitas Warwick di Inggris, menyatakan aktif secara seksual terbukti bisa lebih bahagia dibanding makmur secara finansial.
Blanchflower juga mengatakan tak ada hubungan antara uang dan seks; karena rata-rata orang dengan penghasilan berbeda cenderung memiliki frekuensi seks yang sama. Namun seks memiliki efek lebih besar pada kebahagiaan seseorang terutama mereka yang memiliki pendidikan tinggi dan lebih kaya, dibanding mereka yang berpendidikan rendah.
Rata-rata mereka yang paling bahagia adalah mereka yang paling banyak berhubungan seksual secara rutin dan sehat, dalam hal ini pasangan yang sudah menikah atau mereka yang memiliki komitmen hubungan mengaku melakukan 30% hubungan seksual secara rutin dibanding mereka yang masih single. Hasil penelitian yang dikutip dari jurnal Money, Sex and Happiness: An Empirical Study yang diterbitkan National Bureau of Economic Research ini memperkirakan melakukan hubungan intim sekali per bulan menjadi dua kali seminggu setara dengan rasa bahagia setelah mendapat tambahan penghasilan sebesar 50 ribu dolar, untuk rata-rata pekerja di Amerika.
*huah...cck..cck..ck... Don't trust every single thing you see or hear today -- there's often more going on underneath the surface. If you keep poking eventually you'll come up with the real skinny, whatever it is.
Mang Kabayan
Kabayan dan profesor duduk berhadapan di kereta api yang membawa mereka dari Bandung ke Jakarta. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya, itulah sebabnya sepanjang perjalanan mereka tidak saling bercakap-cakap.
Untuk mengusir kebosanan, profesor menawarkan sesuatu pada Kabayan, “Hai Kabayan, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?”
Kabayan diam saja sambil menatap pemandangan di luar jendela kereta. Hal ini membuat Profesor menjadi gusar. Katanya, “Kabayan, ayo kita main tebak-tebakan!
Aku akan mengajukan pertanyaan untuk kau tebak. Kalau kau tak bisa menjawabnya, kau harus membayarku Rp.5.000, Tetapi kalau kau bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp. 50.000.
Kabayan mulai tertarik dengan tawaran itu.
Profesor melanjutkan, “Kemudian, kau ajukan pertanyaan padaku. Kalau aku bisa menjawabnya, cukup kau bayar aku Rp. 5.000. Tapi kalau aku tak bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp. 50.000, Bagaimana?”
Mata Kabayan berbinar-binar. Katanya, “Baik kalau begitu. Sekarang ajukan pertanyaanmu.”
“Ok,”sahut profesor dengan cepat. “Pertanyaanku, berapa jarak yang tepat antara bumi dan bulan?”
Kabayan tersenyum karena tak tahu apa jawabannya. Ia langsung merogoh sakunya dan menyerahkan Rp. 5.000,pada profesor. Dengan gembira Profesor menerima uang itu, “Nah, sekarang giliranmu.”
Kabayan berpikir sejenak, lalu bertanya, “Binatang apa yang sewaktu mendaki gunung berkaki dua. Tapi sewaktu turun gunung berkaki empat?”
Profesor lalu berpikir keras mencari jawabannya. Ia melakukan coret-coretan perhitungan dengan kalkulatornya. Kemudian ia mengeluarkan laptop, menghubungkannya dengan internet dan melakukan pencarian di berbagai situs ensiklopedi. Beberapa lama, profesor itu mencoba. Akhirnya ia menyerah.
Sambil bersungut-sungut ia memberi uang Rp. 50.000 pada Kabayan yang menerimanya dengan hati senang.
“Hai, tunggu dulu!” profesor itu berteriak. “Aku tidak terima. Apa jawaban atas pertanyaanmu tadi?”
Si Kabayan tersenyum pada profesor. Dengan santai ia merogoh saku celananya dan menyerahkan Rp.5.000,- pada profesor.
Smiley…! Jangan menganggap orang lain tidak tahu apa yang kita ketahui, karena seringkali di balik ketidaktahuannya mereka mengetahui apa yang tidak kita ketahui.
*so, pernahkah bersedia bertanya pada orang yg kamu anggap tidak tau apa apa?
"Nilai Sebuah Kebersamaan" Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu. “Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?” “Tentu, ada apa?” “Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?” “Itu bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah. “Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon. “Baiklah, kalau kau tetap ingin mengetahuinya. Ayah mendapatkan Rp 20 ribu tiap jamnya.” “Oh,” sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu?” Si ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja begitu keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.” Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa makin jengkel pada pertanyaan anak lelakinya. Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal itu hanya untuk mendapatkan uang? Sekitar sejam kemudian, ketika lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta uang. Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya. “Kau tertidur, Nak?” ia bertanya. “Tidak, Yah, aku terjaga,” jawab si anak. “Setelah ayah pikir-pikir, barangkali tadi ayah terlalu keras padamu,” kata si ayah. “Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp 10 ribu yang kau perlukan.” Si bocah laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, “Oh, ayah, terima kasih.” Lalu, sambil menguak bantal tempatnya biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak kumal dan lecek. Melihat anaknya ternyata telah memiliki uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung uangnya. “Kalau kamu sudah punya uang sendiri, kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya. “Karena uangku belum cukup, tapi sekarang sudah.” jawab si kecil. “Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu. Boleh aku membeli waktu ayah barang satu jam? Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersamamu.”
*hiks..hiks... sy jd pengen cengeng... yuk, mau?
 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | by Rick Warren |
The importance of things can be measured by how much time we are willing to invest in them. The more time you give to something, the more you reveal its importance and value to you....
Time is your most precious gift because you only have a set amount of it. You can make more money, but you can't make more time. When you give someone your time, you are giving them a portion of your life that you'll never get back. Your time is your life. That is why the greatest gift you can give someone is your time.....
The essence of LOVE is not what we think or do or provide for others, but how much we give of ourselves.....
The most desired gift of love is not diamonds or roses or chocolate. It is focused attention. LOVE concentrates so intently on another that you forget your self at that moment....
You can give without loving, but you cannot love without giving. "God so loved the world that he gave..." LOVE means giving up; yielding my preferences, comfort, goals, security, money, energy, or time for the benefit of someone else. 
 Yang mengalami kecanduan cinta menunjukkan tanda-tanda:
1. Adanya pikiran obsesif, misalnya terus-menerus curiga akan kesetiaan pasangan, terus- menerus takut ditinggalkan pasangan sehingga selalu ikut ke mana pun perginya sang kekasih/pasangan. 2. Selalu menuntut perhatian dari waktu ke waktu, tanpa ada toleransi dan pengertian 3. Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya : mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobi-nya 4. Selalu bergantung pada pasangan dalam segala hal, apapun juga, mulai dari minta pendapat, mengambil keputusan sampai dengan memilih warna pakaian 5. Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan. Jadi, pasangan tidak bisa menekuni hobi-nya, jalan-jalan dengan teman-teman kelompoknya, atau bahkan memberikan sebagian waktunya untuk orang tua/keluarga. 6. Menggunakan sex sebagai alat untuk mengendalikan pasangan 7. Menganggap sex adalah cinta dan sarana untuk mengekspresikan cinta 8. Tidak bisa memutuskan hubungan, meski merasa amat tertekan karena “berharap” pada janji-janji surga pasangan 9. Kehilangan salah satu hal terpenting dalam hidup, misalnya pekerjaan atau /keluarga inti demi mempertahankan hubungan
Jadi, tidak ada istilah “puas” dalam setiap hubungan yang terjalin antara orang yang kecanduan cinta dengan pasangannya; ibaratnya seperti mengisi gelas bocor yang tidak pernah bisa penuh jika diisi, karena begitu airnya dituang lantas langsung keluar lagi dan airnya tidak pernah luber. Demikian juga orang kecanduan cinta, mereka tidak pernah mampu membagikan cinta secara tulus pada orang lain karena selalu merasa kehausan cinta. Oleh sebab itu, banyak di antara mereka yang sering berganti pasangan karena merasa harapan mereka tidak dapat dipenuhi sang kekasih. Padahal, meski puluhan kali mereka berganti pasangan, individu yang kecanduan cinta akan sulit membangun hubungan yang stabil dan abadi. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar, bahwa sumber masalah justru ada pada diri sendiri – mereka lebih sering menyalahkan mantan-mantan kekasihnya/pasangannya.
Penyebab Sebenarnya, kecanduan cinta itu adalah kecanduan yang bersifat psikologis karena tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis (seperti kasih sayang, perhatian, kehangatan dan penerimaan seutuhnya) di masa kecil. Menurut Erik Erikson - seorang pakar perkembangan psikososial, orang yang pada masa batita-nya tidak mengalami hubungan kelekatan emosional yang stabil, positif dan hangat dengan lingkungannya (baca : orang tua dan keluarga), akan sulit mempercayai orang lain – bahkan sulit mempercayai dirinya sendiri. Selain itu, trauma psikologis yang pernah dialami seperti penyiksaan emosional dan fisik pada usia dini, atau menyaksikan sikap dan tindakan salah satu orang tua yang agresif dan kasar terhadap pasangan, dapat menghambat proses kematangan identitas kepribadian dan kestabilan emosinya. Pemandangan dan pengalaman tersebut kelak berpotensi mempengaruhi pola interaksinya dengan orang lain.
Keterbatasan respon/perhatian dari lingkungan pada waktu itu, dipersepsi olehnya sebagai suatu bentuk penolakan; dan penolakan itu (menurut pemahaman seorang anak) disebabkan kekurangan dirinya. Nah, pada banyak orang, masalah ini rupanya tidak terselesaikan dan akibatnya, sepanjang hidup ia berjuang untuk mengendalikan lingkungan atau orang-orang terdekat supaya selalu memperhatikannya. Orang demikian berusaha membuat dirinya diterima dan dimiliki oleh orang lain – meski harus “mengorbankan” diri. Orang ini begitu cemas dan takut jika kehilangan orang yang selama ini memilikinya; karena perasaan “dimiliki” ini identik dengan harga dirinya – dan sebaliknya ia akan kehilangan harga diri jika kehilangan pemilik.
Dampak Akibat kecanduan cinta bisa dirasakan secara langsung oleh yang bersangkutan, karena orang itu tidak dapat menikmati hubungan yang terjalin karena pikiran dan perasaannya selalu diliputi ketakutan. Dan tidak jarang ketakutan tersebut makin tidak rasional dan melahirkan tindakan yang tidak rasional pula, misalnya tidak memperbolehkan pasangannya pergi kerja karena takut direbut orang.
Bagi Individu Bersangkutan Akibat jangka menengah dan jangka panjang adalah individu yang bersangkutan akan berada dalam kondisi emosi yang labil dan menjadi terlalu sensitif. Individu tersebut mudah curiga pada teman, sahabat, kegiatan, pekerjaan, bahkan keluarga pasangannya. Selain itu ia menjadi mudah marah, cepat tersinggung dan bagi sebagian orang bahkan ada yang bertindak agresif dan kasar demi mengendalikan keinginan dan kehidupan pasangannya. Pasangannya tidak diijinkan untuk punya agenda tersendiri; pokoknya harus mengikuti keinginannya dan 100% memperhatikannya. Individu tersebut juga mudah merasa lemah, lelah dan lemas. Pasalnya, seluruh energinya sudah dipergunakan untuk mengantisipasi ketakutan yang tidak beralasan dan melakukan tindakan untuk menjaga pertahanannya. Nah, kehidupan demikian membuat dirinya menjadi manusia tidak produktif. Sehari-hari yang dipikirkan dan diusahkan hanyalah bagaimana supaya “miliknya terjaga”.
Bagi Pasangan Banyak orang yang tidak sadar kalau dirinya terlibat dalam pola hubungan yang addictive sampai akhirnya ia merasa stress, tertekan namun tidak berani/takut/tidak berdaya untuk memutuskan hubungan yang sudah berjalan beberapa waktu. Bagi sebagian orang yang cukup sadar dan mempunyai kekuatan pribadi, ia akan berani mengambil sikap tegas dalam menentukan arahnya sendiri. Namun, banyak pula orang yang “memilih” untuk tetap dalam lingkaran demand-supply tersebut karena ternyata dirinya sendiri juga mengalami masalah dan kebutuhan yang sama. Jika demikian halnya, maka hubungan yang ada bukannya mengembangkan dan mendewasakan kedua belah pihak, namun malah semakin memperkuat ketergantungan cinta keduanya. Situasi ini lah yang sering dikaburkan dengan hubungan yang romantis dan cinta buta. 
| |