Setelah seorang laki-laki "mabuk" ingin menukar tanggal pernikahannya dengan meminta cinta Luna, “kalau memang kita berjodoh Na, 8 tahun tidak ada yang bisa menyadarkan aku seperti aku kenal Luna 3 bulan ini mampu membuka mataku. Bahwa pernikahan ini memang tidak mungkin dilanjutkan” ujar laki laki mellow itu.
“cupet banget si ini orang? Emang kenapa? 3 bulan mengenal orang, cukup untuk alasan membatalkan pernikahan dengan undangan yg sudah tercetak dan hubungan yang 8 tahun?” umpat Luna dalam hati.
“tau gak si mas? Aku tu kesel, tersinggung sama pernyataan mas itu.”
Dia kira aku apaan? Sejauh apa dia kenal aku? Kok kepedean bilang aku mau kawin sama dia? Ya kan wajar orang dia nanya apa pendapatku tentang pernikahan beda agama. Siapapun bertanya akan aku jawab dengan jawaban sama. Jadi aku tidak ada maksud bahwa aku terus mau mengggantikan posisi pengantin wanita. Uh!!!! Pedesaan banget!
Kata mas itu, “kalo nikah-nya dua kali gimana Na? di gereja dulu, trus di ijab-kan”
“ya sama aja. Murtad.”
“Tapi abis itu aku sholat banyak banyak, ngaji dan lain lain.”
Jawabanku tetap sama. Murtad. Sia-sia lu mau nungging-nungging sampe hernia, sampe kening menebal, dzikir sampe bibir dower, sekali bersaksi beritual di hadapan Tuhan orang lain maka Murtad lah. Mending sekalian aja lu pindah agama mas! Jelas sudah.
“maksudnya biar yg di gereja ke tip-X ijab? Kreatif jg..hihi”, Luna cekikikan.
“ya… padahal ibu dan adik perempuanku enggak setuju apalagi perempuan itu sepupu dekat aku. Kata lakilaki itu.”
“Incest.” Jawab Luna pendek tanpa ekspresi. Lalu tersenyum memandangi ujung sepatu coklatnya yang basah terkena cipratan air wudhu di masjid tadi. Hmmm… sepatu coklat kesayangannya. Ada yg janji cari sepatu bareng… dia teringat pada Rahar. Laki laki menyebalkan yang berhasil mengontrol perasaannya. Mempermainkan hatinya. Dengan muncul hilang begitu saja. Anehnya dia menyukai permainan itu walaupun seringkali menyadari kebodohannya. Mungkin Luna jatuh cinta pada Rahar, Pria 32 tahun penderita shock culture dengan luka alam bawah sadar atas nama cinta. Atau hanya menyukai tantangan seberani apa dia menghadapi permainan hingga dia sendiri yg bisa terjatuh peluru.
=flash frame=
Lalu datang seorang laki-laki yang menggunakan istrinya sebagai alat reproduksi - Istri nya selalu liburan di ahir minggu – laki-laki kesepian itu menjadi begitu menjatuh cintai Luna. Seorang ayah & suami patah hati - ditinggal kekasih sejatinya - memilih seorang wanita karrier sebagai istri, sesaat setelah perginya kekasih itu – 9 tahun lalu-
Laki laki itu menemukan sekumpulan kekasih-kekasih lamanya dalam diri Luna… - ibu bayi laki laki tanpa ayah yg tdk kekurangan kasih sayang ayah- Luna yang selalu ceria……
*Sebenernya… keyakinan itu kan yg bener2 dari dalam hati, kan…? Hati orang sapa yg tehe…
Mo murtad mo ngapain ngapain.
Mo amalan jalannya seperti mesin, kalo hati hampa?
Mo amalan keliatannya ke utara, tapi kalo dalam hati madep mantep ke selatan…? Gimana tuh?
Akh… ukh… nggak ngerti… Astaghfirullah… ampunilah saya yg bodoh ini…
Tolongi saya ya Rabb…
*tidak ada bedanya ketika saya murka sm hidup dan sama yg sy pikir Yg Punya hidup. Murka sm org2 yg mengadeng2 kan amalannya demi dapet ini demi dapet itu, lalu mengeluh karena merasa cuma dpt capek. Buat apa..? Maka sy murka. Ntah krn keluhan org itu, ato karena pikiran kotor sy sendiri. Ngambek tidak beramal. Merobot. Astaghfirullah… Tidak ada bedanya. Jadi… dimana Kau… Tuhan…? Di… mana… aku disini… kepleset… lagi. Ugh!!! Sebal!!!
**bukan dikirimin sapa sapa... buka2 tulisan *ngarang* lama aja.
[Sungguh, kita bukan Tuhan. Dan karenanya, maka tidak mungkin ada orang lain yang akan mengubah hidup kita sendiri. Semua berakar dari pikiran tiap kita. Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan.]
[Sadarilah bahwa semua yang engkau katakan, dan lakukan itu ada diantara engkau dan Tuhanmu. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pikir dan pedulikan apa yang engkau lakukan atas orang lain, dimana orang lain akan berfikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.]
[
paragraph diatas ] yg mengingatkan sy..