ReviewReviewReviewbiar jelek asal bekerjaApr 23, '08 9:45 AM
for everyone
Category:Other
Sudah sejak zaman dulu, yg namanya suami itu diposisi-kan sebagai kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga. Ini lantas diperkuat UU Perkawinan No. 1/1974, pasal 31 & 34. Suami punya kewajiban melindungi istrinya dan memberikan segala keperluan hidup dalam berumah tangga sesuai kemampuan. Sementara istri wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya. Namun seiring berubahnya nilai-nilai tradisional, pembagian peran dalam keluarga kini cenderung lebih lentur.

“biar jelek asal punya!” tukas Rina (33), tiap kali ada yg mempertanyakan, mengapa ia-sarjana lulusan PTN terkemuka, pengajar di lembaga pendidikan computer- memilih Rudi sbg suami. “Jelek” yg dimaksud Rina tidak mengarah pada wajah&sosok Rudi, tp lebih krn Rudi tak bekerja.

‘peran ganda atau beban ganda buat wanita?’

Perempuan zaman ini lebih banyak yg bisa diterima bekerja di banyak bidang ketimbang pria. Sebaliknya, pria lebih sulit masuk ke bidang-bidang khas perempuan.

Scr tradisional, agama dan hukum konvensional pun tak menutup kesempatan istri untuk mencari nafkah, krn suami&istri setara dalam hak dan kewajiban. Dalam Islam dinyatakan dalam Al-quran (Al-Baqarah ayat 187 dan An-Nisaa ayat 34). Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai saudagar yg banyak membantu keuangan dan moral suami dalam menyampaikan wahyu.

Masalahnya, jika istri menjadi pencari nafkah utama, apakah kewajiban suami sebagai kepala keluarga lantas gugur begitu saja? Yg menggemaskan, bila suami sebenarnya masih mampu, tapi terkesan tak mau lagi menafkahi. Misalnya, jika suami mulai berdalih dan menyalahgunakan ayat-ayat dalam agama, misalnya dengan menyitir ‘rezeki datangnya dari Tuhan’.

Ingatkan, kita menikah untuk hidup dengan hal-hal yg baik, hidup lebih baik. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tertentu – disayang, diperhatikan, dilindungi, berbagi. Bicarakan diawal, karena bila sudah menikah, apalagi punya anak….
Perempuan bisa terjebak pada tuntutan nilai untuk bertahan, dalam situasi yg tak baik dalam perkawinan. Tak diberi nafkah adalah bentuk kekerasan emosional dan ekonomi.

Dari survey, tyt beban kerja dirumah tangga tetap lebih banyak di pundak istri, walaupun istri juga bekerja. Namun, kalau istri memang bisa mencari nafkah, kenapa tidak mau menggantikan peran suami?

Kalau merasa tak kuat untuk bertahan, bisa mencari pilihan lain, berpisah.

Tidak hanya mengandalkan jargon “biar jelek asal punya!” atau ikuti motto ini saja? “biar jelek asal kerja.”

*penulis: Christantiowati

clayaban wrote on Apr 26
ReviewReviewReview
hmmm.....
dansapasirhijau wrote on Apr 27
hmmm.....
hmm juga. masih mikir pak? hahaa...
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help